youngster.id - Perusahaan pembiayaan Adira Finance mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan pembiayaan baru mencapai Rp43,2 triliun, meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, piutang pembiayaan yang dikelola perusahaan juga naik 13% menjadi Rp63,4 triliun. Pencapaian ini mencerminkan tingkat kepercayaan konsumen yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar.
Dari sisi profitabilitas, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp12,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,5 triliun. Sementara itu, kualitas aset tetap terkendali dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) yang membaik ke level 2,0%.
Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani, mengatakan fundamental bisnis yang kuat menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan kinerja di tengah perubahan kondisi ekonomi.
“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar. Likuiditas tetap terjaga, kualitas pembiayaan terus membaik, dan pengelolaan risiko dijalankan secara disiplin,” ujar Sylvanus.
Menurutnya, dengan proyeksi pertumbuhan industri multifinance sekitar 6–8% pada 2026, peluang ekspansi bisnis masih terbuka. “Fondasi ini membuat kami optimistis menyambut 2026 dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” tambahnya.
Optimisme tersebut juga tercermin dari partisipasi perusahaan dalam ajang Indonesia International Motor Show 2026 di Jakarta sebagai Official Multifinance Partner dan Official Trade-in Partner bersama Bank Danamon serta didukung Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).
Selama penyelenggaraan pameran otomotif tersebut, Adira Finance mencatat pertumbuhan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebesar 60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menunjukkan permintaan pembiayaan kendaraan tetap tumbuh dan daya beli masyarakat masih cukup resilien.
Momentum tersebut sekaligus memperkuat langkah Adira Finance untuk menghadirkan berbagai program pembiayaan yang relevan bagi masyarakat, terutama selama periode Ramadan. (*AMBS)



















Discussion about this post