Lestarikan Budaya, Roemah Koffie Rilis Kopi Premium “Cublak Suweng” Racikan Gayo dan Temanggung

Roemah Koffie Cublak Suweng

Ki-ka: Felix TJ, CEO Roemah Koffie, dan Ryo Limijaya, Commercial Director Roemah Koffie (Foto: Istimewa/Roemah Koffie)

youngster.id - Roemah Koffie, member dari Royal Agro Industri (RAI), meluncurkan lini produk premium roastery beans terbaru mereka yang diberi nama Cublak Suweng. Produk premium ini memadukan dua biji kopi khas Nusantara, yaitu kopi Gayo dari Aceh dan kopi Temanggung dari Jawa Tengah.

Peluncuran varian anyar ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk melestarikan warisan budaya Indonesia lewat industri kopi, sekaligus memperkenalkannya ke pasar internasional. Nama Cublak Suweng sendiri diambil dari lagu dan permainan tradisional anak-anak Jawa yang sarat akan memori kebersamaan manis.

“Dalam kopi Cublak Suweng, filosofi tersebut diresapi menjadi tiga lingkaran yang saling bertautan. Pertama, Inner Circle (relasi dengan diri sendiri), kedua, Shared Circle (relasi dengan sesama), dan terakhir, Eternal Circle (relasi dengan alam),” ujar CEO Roemah Koffie, Felix TJ, dikutip Jum’at (17/07/2026).

Biji kopi Cublak Suweng diolah menggunakan kombinasi proses giling basah (wet hulled) dan alami (natural). Metode ini menghasilkan profil kopi dengan tingkat keasaman (acidity) rendah, berkarakter earthy, memiliki rasa manis alami, serta tekstur body yang padat.

Kombinasi tersebut mempertemukan karakteristik pekat khas kopi Gayo dengan sentuhan rasa manis karamel, hazelnut, dan cokelat dari kopi Temanggung.

Commercial Director Roemah Koffie, Ryo Limijaya, menjelaskan bahwa produk ini dirancang fleksibel untuk menjawab meningkatnya minat pasar terhadap premium roastery.

“Titik tengah inilah yang membuat Cublak Suweng bisa dinikmati sebagai black coffee maupun dieksplor sebagai base espresso untuk latte dan berbagai kreasi kopi lainnya. Rilisan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan para pecinta kopi maupun para pebisnis kopi yang mencari satu base kopi untuk beragam eksplorasi,” kata Ryo.

Target Pasar Ekspor dan Dukungan Petani Lokal

Tidak hanya soal rasa, Roemah Koffie mengemas Cublak Suweng menggunakan kaleng klasik (koffie tins) yang menampilkan ilustrasi cerita rakyat kancil dan kura-kura dengan falsafah “alon-alon asal kelakon”. Kemasan ini ditargetkan menarik minat turis internasional sebagai oleh-oleh khas Indonesia serta siap menyasar pasar ekspor lewat jalur commercial roastery.

Sebagai perusahaan dengan ekosistem kopi 360° dari hulu ke hilir, Roemah Koffie bermitra langsung dengan petani lokal dan mengolah produknya lewat fasilitas roastery PT Dewa Kopi Indonesia berstandar internasional. Menyusul varian terdahulu seperti Anak Daro (Kerinci) dan Rambadia (Gayo), Cublak Suweng kini dipasarkan dalam bentuk biji (whole beans) ukuran 200 gram dan 500 gram, serta varian kopi kapsul.

Produk ini sudah bisa didapatkan di seluruh outlet Roemah Koffie Jakarta dan Tangerang, serta ritel premium seperti Grand Lucky, Kem Chicks, dan Papaya. Bersamaan dengan ini, Roemah Koffie juga tengah menyiapkan program pemberdayaan dan jaminan kesejahteraan sosial bagi para mitra petani kopi beserta keluarganya di Temanggung.

 

HENNI S. 

Exit mobile version