Pangkas Emisi Karbon, Ceres Gandeng TotalEnergies ENEOS Operasikan PLTS Atap 3,6 MWp di Bandung

Ceres x TotalEnergies ENEOS

Pangkas Emisi Karbon, Ceres Gandeng TotalEnergies ENEOS Operasikan PLTS Atap 3,6 MWp di Bandung (Foto: Istimewa/Ceres)

youngster.id - Produsen produk cokelat PT Perusahaan Industri Ceres (Ceres), merampungkan Fase 2 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas manufakturnya yang berlokasi di Bandung. Proyek energi terbarukan ini digarap melalui kemitraan strategis dengan perusahaan energi regional, TotalEnergies ENEOS.

Keberhasilan proyek Fase 2 ini menyusul penyelesaian Fase 1 berkapasitas 2,2 megawatt-peak (MWp) yang telah beroperasi sejak September 2024 lalu. Pada fase terbaru ini, sebanyak 2,400 panel surya baru dipasang untuk menambah kapasitas sebesar 1,4 MWp, yang mampu menghasilkan lebih dari 1,380 megawatt-hours (MWh) listrik bersih per tahun.

Dengan rampungnya kedua fase, total kapasitas PLTS Atap di pabrik Ceres kini mencapai 3,6 MWp. Fasilitas ini diproyeksikan mampu memproduksi 4,630 MWh listrik ramah lingkungan setiap tahunnya, sekaligus mengover sekitar 12 persen dari total kebutuhan energi operasional Ceres.

Proyek ekspansi ini berjalan di bawah perjanjian jangka panjang selama 15 tahun. Dalam skema kemitraan ini, TotalEnergies ENEOS bertanggung jawab penuh atas seluruh tahapan pengembangan, pendanaan, pembangunan, hingga operasional sistem panel surya.

Pihak Ceres hanya membayar energi listrik terbarukan yang dihasilkan tanpa adanya biaya investasi di awal (upfront costs). Strategi ini memungkinkan Ceres memangkas emisi karbon sekaligus menghemat biaya operasional manufaktur secara signifikan.

Director of TotalEnergies ENEOS Renewables Distributed Generation Asia Pacific, Alexandru Buzatu, menyampaikan bahwa penyelesaian Fase 2 ini menjadi bukti kuatnya kepercayaan dalam kemitraan transisi energi bersih ini.

“Memanfaatkan keahlian teknis yang kami miliki, kami membantu pelanggan seperti Ceres untuk mengurangi emisi dan mengelola biaya energi, sembari memastikan mereka tetap dapat fokus pada prioritas operasional utamanya,” ujar Buzatu, Senin (8/6/2026).

Pemanfaatan energi surya skala besar ini menjadi langkah nyata sektor swasta dalam mendukung agenda hijau pemerintah Indonesia. Integrasi kedua fase PLTS Atap ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga 4.200 ton per tahun.

President Director PT Perusahaan Industri Ceres, Nancy Florencia, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian keberlanjutan (sustainability) yang berhasil diraih perusahaan.

“Dengan Fase 1 yang selesai pada September 2024 dan Fase 2 yang kini berhasil diserahterimakan, proyek ini berdiri sebagai bukti nyata komitmen kami. Ceres bangga dapat bekerja sama dengan TotalEnergies ENEOS dalam mencapai tonggak sejarah ini, yang menandai langkah maju yang jelas menuju target Indonesia untuk mencapai net-zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat,” pungkas Nancy.

 

HENNI S.  

Exit mobile version