youngster.id - PT Sasa Inti (Sasa) menjalin kerja sama perdagangan strategis dengan perusahaan asal Turkiye, Zafer Global Gıda San. Dış Tic. Ltd. Şti. Kesepakatan bernilai US$1 juta ini berfokus pada suplai produk kelapa parut kering rendah lemak (Low-Fat Desiccated Coconut/LFDC) yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2027.
Langkah ekspansi ini memanfaatkan besarnya potensi pasar ekspor kelapa olahan Indonesia. Berdasarkan laporan Outlook Komoditas Kelapa 2025 dari Kementerian Pertanian, Indonesia menempati posisi kedua sebagai eksportir kelapa kering terbesar di dunia periode 2019–2023 dengan pangsa 24,90%. Sementara itu, Turkiye merupakan salah satu importir kelapa parut kering terbesar dunia dengan rata-rata kebutuhan 17 ribu ton per tahun.
Marketing Director PT Sasa Inti, Agus Nugraha, menyampaikan bahwa bahan baku produk ekspor ini disuplai langsung dari kelapa pilihan di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
“Kerja sama dengan Zafer Global Gıda mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Sasa, yang telah membangun posisi kuat di pasar domestik melalui Sasa Santan dan kini terus memperluas jangkauan ke pasar internasional. Ke depan, kami berharap kemitraan ini dapat membuka peluang lebih luas di pasar internasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri kelapa Indonesia,” ujar Agus, dikutip Jum’at (16/10/2026).
Perkuat Hubungan Perdagangan Indonesia–Turkiye
Pihak Zafer Global Gıda turut menyambut positif sinergi lintas negara ini. Sales and Purchasing Director Zafer Global Gıda, Veysel Cüneyt Özlen, menilai Sasa sebagai mitra tepercaya di industri makanan yang memiliki reputasi kuat.
“Kemitraan ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat hubungan perdagangan antara Turkiye dan Indonesia. Kami optimistis bahwa pelaksanaan kerja sama yang dimulai pada 2027 mendatang dapat memberikan hasil positif bagi kedua perusahaan,” jelas Veysel.
Standar Internasional dan Rekam Jejak Ekspansi Global
Pengalaman lebih dari lima dekade membuat Sasa berhasil merambah berbagai kawasan pasar dunia, seperti Asia Tenggara, Timur Tengah, Asia Timur, Australia, Afrika, hingga Amerika Serikat.
Untuk menembus pasar Turkiye, Sasa menerapkan standar mutu serta keamanan pangan internasional, meliputi sertifikasi FSSC 22000 V6, ISO 22000, ISO 9001, HACCP, serta sertifikasi Halal resmi dari BPJPH. Melalui kolaborasi ini, Sasa menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing komoditas kelapa Nusantara di kancah global.
STEVY WIDIA
