youngster.id - Perusahaan teknologi energi, Schneider Electric, bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kolaborasi antara industri dan akademisi melalui kemitraan strategis menyeluruh. Kerja sama ini mencakup pengembangan talenta, penyelarasan kurikulum industri, penyediaan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, hingga peningkatan pengalaman mahasiswa di dunia kerja yang melibatkan Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi UGM.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang memprioritaskan penguatan pendidikan vokasi dan produktivitas tenaga kerja berdaya saing global.
Melalui kesepakatan ini, Schneider Electric dan UGM mengembangkan jalur talenta via program magang serta mengintegrasikan EcoStruxure Automation Expert (EAE)—solusi otomasi berbasis perangkat lunak terbuka—ke dalam kurikulum pembelajaran UGM.
Guna menunjang praktik laboratorium, Schneider Electric memberikan technology grant berupa perangkat distribusi listrik tegangan menengah dari pabrik Cikarang, mencakup panel SM6 dan PIX. Selain itu, digelar pula kuliah teknis bagi lebih dari 150 mahasiswa dan alumni UGM mengenai teknologi switchgear dan tren elektrifikasi industri.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menyatakan pentingnya penyelarasan kompetensi mahasiswa dengan dinamika industri modern.
“Perkembangan teknologi terus mengubah kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Melalui kolaborasi dengan UGM, kami ingin memberikan paparan industri yang lebih kuat kepada mahasiswa, sehingga mereka dapat memahami penerapan teknologi secara langsung dan membangun kompetensi yang semakin relevan,” ujar Martin, dikutip Jum’at (25/9/2026).
Respons Positif Kampus dan Keberlanjutan Komitmen
Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, menyambut baik kontribusi nyata Schneider Electric dalam proses transformasi pembelajaran di kampus.
“Kolaborasi dengan industri memberi mahasiswa kesempatan untuk memahami bagaimana ilmu dan teknologi diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran sekaligus membantu menjaga relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri,” jelas Arief.
Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, Ph.D, beserta jajaran pimpinan Sekolah Vokasi. Sebelum berkolaborasi dengan UGM, Schneider Electric telah menjalankan program integrasi kurikulum serupa bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meresmikan Schneider Innovation Corner di Politeknik Negeri Batam.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post