youngster.id - Creative market kini tak lagi hanya menjadi tempat berburu kuliner atau produk lokal yang sedang tren. Di balik ramainya pengunjung, acara semacam ini juga mulai menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM lokal, komunitas, hingga kampanye keberlanjutan.
Hal itu terlihat dalam penyelenggaraan Semasa Piknik 2026 yang berlangsung 26-28 Juni 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta. Memasuki tahun ke-10, festival yang menghadirkan lebih dari 275 tenant UMKM dan brand kreatif ini tak hanya mengajak masyarakat menikmati akhir pekan di ruang terbuka, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha lokal dengan puluhan ribu calon konsumen sekaligus mengedukasi pengunjung tentang pengelolaan sampah.
Co-Founder Semasa Gunawan Lo mengatakan, kegiatan ini menjaring 300 pelaku UMKM dari sekitar 1.500 UMKM mendaftar. Sebagian datang dari Jakarta, Yogyakarta hingga Bali. Mayoritas merupakan pelaku usaha dari sektor kuliner, sementara sisanya bergerak di bidang fesyen, parfum, aksesori, hingga produk kreatif lainnya.
“Kami proses seleksi tidak hanya melihat kualitas produk, tetapi juga keunikan dan relevansinya dengan gaya hidup anak muda. Kami benar-benar memilih tenant yang menarik dan punya karakter,” katanya.
Semasa Piknik 2026 juga menggandeng PT Indofood Sukses Makmur Tbk melalui Rumah Indofood. Selain menghadirkan berbagai aktivitas interaktif dari sejumlah jenama miliknya, Indofood juga menghadirkan sejumlah UMKM binaan untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.
Head of Consumer Engagement Marketing PT Indofood Sukses Makmur Tbk Fierman Authar mengatakan, Semasa Pikni ini menjadi kesempatan bagi mitra UMKM untuk menjangkau pasar baru yang didominasi generasi muda dan keluarga muda.
“Kami ingin memperkenalkan UMKM binaan kepada audiens yang tepat. Pengunjung Semasa sangat sesuai dengan target mereka sehingga ini menjadi kesempatan untuk memperluas pasar,” ujarnya.
Fierman menyebut, Indofood menghadirkan tiga mitra UMKM binaan Bogasari, yaitu Loafjkt, Mie Bebek by Cha Kitchen, dan Pukis Kota Baru. Sementara jenama Sambal Indofood membawa mitra Bakso Ajo untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan pengunjung.
“Dukungan kepada UMKM menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk membangun ekosistem kuliner kreatif yang terus berkembang bersama,” ujarnya.
Selain mendukung UMKM, di ajang ini Indofood juga membawa misi keberlanjutan melalui kolaborasi dengan Rekosistem. Head of Corporate Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Tbk Andrew Hallatu menjelaskan, pengelolaan sampah merupakan bagian dari program keberlanjutan Indofood bernama Langkah untuk Bumi.
“Keberlanjutan adalah perjalanan yang dibangun bersama. Karena itu kami percaya edukasi harus dibarengi dengan aksi nyata agar semakin banyak orang terbiasa mengelola sampah secara bertanggung jawab,” ucapnya.
Selama tiga hari acara berlangsung, sebanyak 13 titik tempat pemilahan sampah ditempatkan di seluruh area festival. Pengunjung diajak memilah sampah organik dan anorganik sebelum seluruh sampah dikirim ke Rekosistem Waste Hub untuk dipilah, didata, dan disalurkan kepada mitra daur ulang.
Chief Operating Officer Rekosistem Joshua Valentino mengatakan, pendekatan tersebut tidak berhenti pada penyediaan tempat sampah. Seluruh timbulan sampah akan dicatat melalui sistem dashboard digital sehingga panitia dapat mengetahui berapa banyak sampah yang berhasil dialihkan dari tempat pembuangan akhir (TPA).
“Data menjadi penting karena dari sana kita bisa melihat dampak nyata sebuah acara, mulai dari jumlah sampah yang dihasilkan hingga berapa banyak yang berhasil didaur ulang,” ujarnya.
Dengan target lebih dari 45.000 pengunjung dan potensi timbulan sampah mencapai sekitar 700 kilogram selama festival berlangsung. Melalui aksi ini, Semasa Piknik 2026 menunjukkan bahwa sebuah creative market tidak hanya dapat menjadi ruang promosi bagi UMKM, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan kepada generasi muda.
STEVY WIDIA
