youngster.id - Perusahaan teknologi energi global, Schneider Electric, mencatatkan kemajuan signifikan dalam pelaksanaan peta jalan keberlanjutan terbarunya, Impact 2030. Sembilan bulan sejak diluncurkan, skor Impact Schneider Electric pada kuartal III 2026 telah mencapai 4,04 dari skala 10, mendekati target tahunan 2026 sebesar 4,20 menuju target jangka panjang 10 pada tahun 2030.
Capaian tersebut didorong oleh kinerja di empat pilar utama Impact 2030, meliputi elektrifikasi teknologi energi, transformasi rantai pasok industri, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan komunitas lokal.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengungkapkan bahwa kemajuan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi erat di seluruh ekosistem, mulai dari pengadopsian teknologi hingga kesiapan keterampilan kerja.
“Hasil yang kami capai selama sembilan bulan pelaksanaan Impact 2030 semakin memperkuat komitmen kami untuk terus memajukan teknologi energi yang memberikan manfaat bagi semua. Mulai dari percepatan elektrifikasi dan pengurangan emisi karbon bersama pemasok, hingga pengembangan keterampilan serta pemberdayaan karyawan dan komunitas lokal, kami melihat kemajuan di berbagai program yang akan terus kami dorong,” ujar Martin, Selasa (20/10.2026).
Penurunan Emisi Operasional 83% dan Akselerasi Rantai Pasok Hijau
Pada pilar lingkungan dan rantai nilai, Schneider Electric mencatatkan penurunan emisi karbon (CO2) Scope 1 dan 2 operasional sebesar 83% dibandingkan basis tahun 2017. Secara kumulatif sejak 2018, solusi teknologi Schneider Electric telah membantu pelanggan menghemat dan menghindari emisi (CO2) sebanyak 943 juta ton.
Guna mendorong penerapan prinsip ramah lingkungan di rantai pasok, perusahaan memperluas program The Zero Carbon Pathway (TZCP). Jumlah pemasok yang memenuhi kualifikasi program ini melonjak sembilan kali lipat menjadi 135 pemasok pada kuartal III 2026, ditopang oleh pendampingan intensif dan penerapan perangkat digital berbasis Artificial Intelligence (AI).
Selain itu, porsi penggunaan material ramah lingkungan pada komponen seperti baja, aluminium, hingga kemasan meningkat menjadi 22% dari total bahan baku yang masuk dalam cakupan program.
Transisi Keterampilan Energy Tech dan Akses Listrik Masyarakat
Di sektor pengembangan sumber daya manusia, Schneider Electric memfokuskan investasi pada peningkatan keterampilan (upskilling) teknologi energi. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, sebanyak 82% karyawan telah merampungkan pelatihan Energy Tech.
Di tingkat sosial, komitmen perluasan akses energi listrik berkelanjutan sejak 2009 telah menjangkau 69 juta orang di berbagai wilayah dunia—bertambah 1,9 juta jiwa dibandingkan semester I 2026. Perusahaan juga mencatatkan telah membekali 1,5 juta anak muda dengan pelatihan di bidang elektrifikasi dan keberlanjutan.
STEVY WIDIA
