youngster.id - Kalibrr Indonesia bersama Jakpat melalui inisiatif Kalibrr Communities mengungkap adanya perbedaan prioritas atau gap ekspektasi yang signifikan antara perusahaan dan pencari kerja dalam proses rekrutmen di Indonesia. Temuan ini menjadi salah satu pemicu tingginya angka kandidat yang mundur (drop-off) di tengah proses seleksi.
Di tengah pasar kerja yang kompetitif, perusahaan kini tidak hanya bersaing dalam memberikan penawaran gaji, tetapi juga harus memenangkan hati kandidat melalui pengalaman rekrutmen dan employer branding yang kuat.
Berdasarkan hasil survei, mayoritas pencari kerja menempatkan lingkungan dan budaya kerja yang baik (54%) serta peluang pengembangan diri yang jelas (54%) sebagai alasan utama untuk pindah kerja. Namun, terdapat perbedaan pandangan di sisi pemberi kerja; sebanyak 62% rekruter masih menganggap kenaikan gaji signifikan sebagai faktor utama penarik kandidat.
“Perusahaan saat ini tidak hanya bersaing soal gaji, tetapi juga soal pengalaman dan kepercayaan. Kandidat semakin kritis dalam menilai employer branding, transparansi proses rekrutmen, hingga peluang pengembangan karier,” ujar Permata Karina, Head of Commercial Kalibrr Indonesia, dikutip Jum’at (15/5/2026).
Studi ini menyoroti masih lemahnya pengalaman kandidat (candidate experience) dalam proses rekrutmen di Indonesia, yang ditandai oleh beberapa poin kritis. Temuan menunjukkan bahwa 60% pencari kerja merasa rekruter belum memberikan kejelasan terkait jenjang karier sejak awal proses, sementara 50% kandidat menilai komunikasi selama masa seleksi masih kurang transparan. Kondisi ini berdampak pada efektivitas rekrutmen, di mana 46% rekruter mengaku sering menghadapi fenomena ghosting atau penolakan tawaran kerja oleh kandidat tepat di tahap akhir (offering).
Permata menambahkan bahwa strategi rekrutmen saat ini perlu lebih “kandidat-sentris” dan berbasis data. Jika ekspektasi tidak dipahami sejak awal, perusahaan berisiko tinggi kehilangan bakat potensial di tengah jalan.
Data menunjukkan bahwa 55% pencari kerja sangat mempertimbangkan reputasi perusahaan sebelum melamar. Hal ini sejalan dengan keyakinan 87% rekruter bahwa employer branding sangat memengaruhi ketertarikan kandidat.
Melalui studi ini, Kalibrr Indonesia mendorong perusahaan untuk membangun strategi rekrutmen yang lebih efektif dengan mengedepankan transparansi dan komunikasi karier yang relevan. Sebagai platform rekrutmen berbasis teknologi, Kalibrr berkomitmen membantu perusahaan membangun pengalaman rekrutmen yang lebih kompetitif dan tepat sasaran.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post