youngster.id - Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat bulutangkis dunia lewat gelaran HUNDRED HOO HAA CUP 2026. Turnamen bulutangkis terbuka internasional ini menggabungkan skala kompetisi masif, dengan konsep pertandingan yang tidak biasa.
Turnamen yang digelar pada 12–14 Juni 2026 di ICE BSD City ini akan mempertemukan lebih dari 3.000 peserta dari berbagai negara. Dengan 25 lapangan yang digunakan secara bersamaan dan total hadiah mencapai Rp2,5 miliar, ajang ini menjadi salah satu kompetisi bulutangkis dengan skala terbesar di Indonesia, sekaligus mencerminkan tingginya antusiasme terhadap olahraga ini di level global.
Co-Founder HUNDRED HOO HAA CUP 2026 Marcia Hutagalung mengatakan, kehadiran turnamen ini berangkat dari realitas bahwa bulutangkis di Indonesia tidak hanya berkembang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial yang tumbuh lintas generasi.
“Menjawab kebutuhan tersebut, HUNDRED HOO HAA CUP 2026 hadir sebagai platform yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjembatani perkembangan bulutangkis senior dengan standar penyelenggaraan yang lebih profesional dan terbuka,” kata Marcia, dikutip Jum’at (24/4/2026) di Jakarta.
Marcia menjelaskan, kompetisi bulutangkis senior ini menghadirkan berbagai kategori, baik untuk pemain amatir maupun professional. Selain itu, terdapat pula sejumlah kategori yang tidak ada di turnamen lain. Seperti 3 on 3 berdasarkan total usia tim, combined age, dan kategori VVIP yang mempertemukan entrepreneur dengan pemain profesional.
“Selain itu ada kategori OPEN MAX.35 yang terbuka bagi pemain berusia di bawah 35 tahun dengan level kemampuan bebas. Setiap kategori mempertandingkan nomor lengkap, mulai dari tunggal hingga ganda campuran, memberikan ruang kompetisi yang menyeluruh,” ujarnya.
Pendaftaran telah dibuka sejak 1 Februari 2026 melalui tiket.com. Sejumlah legenda bulutangkis Indonesia seperti Hariyanto Arbi, Flandy Limpele, dan Bobby Ertanto dikabarkan bakal ikut tampil.
Selain dalam negeri, sejumlah peserta datang dari berbagai negara seperti Singapura, Korea, Malaysia, Kanada, China, Taiwan, hingga Belanda dan India.
“Antusiasme yang kami terima sejauh ini sangat tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan turnamen bulutangkis senior berskala internasional sangat besar, termasuk bagi para pemain yang ingin terus berkompetisi dalam wadah yang lebih terstruktur dan berkualitas,” kata Marlev Mainaky Tournament Director HUNDRED HOO HAA CUP 2026.
Menjelang pelaksanaan, turnamen akan melalui sejumlah tahapan penting, mulai dari penutupan pendaftaran pada 24 Mei, pengumuman peserta pada 26 Mei, hingga drawing pertandingan pada 2 Juni. Technical meeting akan digelar pada 11 Juni sebagai persiapan akhir.
Dengan skala internasional dan konsep yang inklusif, ajang ini berpotensi menjadi katalis baru dalam memperkuat ekosistem bulutangkis nasional—sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pusat turnamen bulutangkis senior di tingkat global.
STEVY WIDIA
