youngster.id - Film pendek karya mahasiswa Indonesia berjudul Mania Dunia Nia sukses menyabet Juara 1 pada ajang bergengsi Inspiring Asia Microfilm Festival #InspiringIndonesia 2025. Karya autentik yang digarap oleh Januar David Ciu dan Yosafat Prasetya ini terpilih untuk mewakili Indonesia di babak final tingkat regional di Singapura.
Alih-alih mengejar tema spektakuler, film Mania Dunia Nia berhasil mencuri perhatian juri internasional berkat kejujurannya dalam mengangkat realitas dekat anak muda, seperti tekanan akademik, kesehatan mental (mental health), dan kesepian di tengah era digital.
Menariknya, kedua sineas muda berprestasi ini tidak berlatar belakang sekolah film. Yosafat merupakan mahasiswa magister Fakultas Kehutanan, sementara Januar adalah mahasiswa Teknik Industri Universitas Indonesia (UI) sekaligus penerima beasiswa Tanoto Foundation program TELADAN. Keterbatasan sumber daya produksi mampu diatasi lewat kolaborasi tim dan kepemimpinan yang solid.
“Kadang kita merasa cerita kita terlalu kecil. Padahal justru cerita yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari sering kali paling mudah dipahami orang lain,” ujar Yosafat.
Keberhasilan sinematik Mania Dunia Nia menjadi pemantik semangat bagi gelaran Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia yang kini resmi dibuka. Mengusung tema Community Empowerment: Belonging, Resilience, Thriving, festival tahun ini mengajak pelajar, komunitas, hingga kreator independen untuk menyuarakan kisah perubahan sosial.
Dukung penuh oleh organisasi lintas negara seperti Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Tanoto Foundation, dan Campaign for Good, festival film pendek 2026 ini menyediakan total hadiah Rp325 juta untuk tingkat nasional.
Pemenang dari Indonesia akan melaju ke Grand Final regional di Manila, Filipina, untuk memperebutkan hadiah fantastis bernilai total ribuan dolar AS, termasuk kategori baru Best AI Film Award. Pendaftaran karya dan pengiriman video dibuka hingga 30 Juni 2026.
STEVY WIDIA
