Jaga Stabilitas Sosial KUMKM Harus Diberdayakan

Pameran Produk UKM. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - YOUNGSTERS.id – Pemerintah perlu serius menangani dan mengembangkan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia demi menjaga stabilitas keamanan dan sosial di Indonesia “Kita harus serius menangani dan mengembangkan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) di Indonesia untuk menjaga stabilitas keamanan dan sosial di Indonesia,” kata Sotrisno Bachir Ketua Komisi Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN)  baru-baru ini di Jakarta.

Menurut Sutrisno, tingkat kesenjangan (Gini Ratio) di Indonesia sudah semakin lebar. Bila data resmi menyebutkan rasio mencapai 0,41, namun di kota-kota besar sudah 0,45. “Untuk itulah, Kemenkop dan UKM  harus menjalankan seluruh programnya, khususnya dalam membangun KUMKM,” tukas dia.

Dia setuju dengan pernyataan Menkop UKM AAGN Puspayoga yang menginginkan subsidi dialihkan saja dari pengadaan pupuk ke pembelian gabah petani. “Subsidi pupuk itu tidak sehat dan dikorupsi di lapangan. Yang diperlukan petani adalah gabahnya dibeli. Nah, pembelian gabah ini yang seharusnya mendapat subsidi agar petani mendapat harga yang bagus. Kita harus ubah dulu aturan mainnya terkait itu. Kami akan kasih masukan ke Presiden terkait hal itu,‎” kata Sutrisno dilansir onenews.

Seperti halnya Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mendapat subsidi bunga dari pemerintah sebesar Rp10,5 triliun, KEIN juga berharap subsidi lainnya bisa seperti itu. “Jadi, pemberian subsidi itu benar-benar efektif dan tepat sasaran untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Sutrisno.

Dalam kesempatan yang sama, Puspayoga mengatakan bahwa pihaknya ingin mensinergikan program-program unggulan di kementeriannya dengan KEIN. “Yang menjadi masalah KUMKM saat ini adalah permodalan, penguatan kelembagaan, dan regulasi. Untuk itu, kami melakukan langkah Reformasi Total Koperasi untuk menjawab masalah-masalah tersebut,” ungkap Menkop.

Puspayoga mengatakan, reformasi tersebut menyangkut rehabilitasi koperasi, reorientasi koperasi, dan pengembangan koperasi. “Kita sudah membubarkan 62 ribu koperasi tidak aktif dan memasukkan 147 ribu koperasi sehat dalam database secara online‎. Kami juga sekarang lebih mengarah kepada kualitas koperasi, bukan hanya jumlahnya. Nah, terkait pengembangan koperasi, kita bekerjasama dan bersinergi dengan kementerian lain seperti Kementan, Kemendag, Kemendagri, dan Kemenhuk HAM,” kata Menkop.

Kerjasama dengan Kementan menyangkut distribusi pupuk bersubsidi melalui Koperasi Unit Desa (KUD). “Saat ini, ada sekitar 150 KUD yang bagus secara SDM, dan punya gudang, serta siap menyalurkan pupuk untuk petani. Tapi, saya berharap, subsidi pupuk dialihkan ke paska panen pembelian gabah petani untuk memotong jalur tengkulak yang selama ini membelit para petani,” kata Puspayoga.

Selain itu, kata Menkop, kerjasama dengan Kemenkum HAM terkait pengurusan hak cipta secara gratis dan hanya dalam waktu satu jam saja. “Ini penting untuk para UKM kita bersaing dengan produk negara lain di ajang MEA,” tegas Puspayoga.

Sedangkan terkait dengan ijin usaha mikro dan kecil (IUMK), kata Menkop, pihaknya sudah bekerjasama‎ dengan Kemendagri untuk mendelegasikan wewenang Bupati/Walikota ke Camat atau Lurah dalam hal IUMK. “Dengan legalitas yang jelas, maka mereka juga akan mendapat kemudahan dalam mengakses permodalan dari perbankan,” kata Puspayoga.

Yang jelas, tegas Menkop, pihaknya tidak ingin koperasi dan UMKM hanya dijadikan sebagai alat kepentingan politik sesaat. “Selain itu, tiga pelaku usaha yang ada, BUMN, swasta, dan koperasi, bisa seiring dan sejalan,” pungkas Puspayoga.

 

STEVY WIDIA