Kalla Group Dirikan Inkubator Bagi Startup Indonesia Timur

Presiden Direktur Kalla Group Solihin Jusuf Kalla. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Potensi kalangan wirausaha muda asal Indonesia Timur sangat menjanjikan. Mereka membutuhkan dukungan untuk dapat tumbuh dan mengembangkan bisnis jadi lebih besar. Berangkat dari itu Kalla Group mendirikan Saoraja Hub yang siap memberikan modal awal keapda statup terpilih.

Berfungsi sebagai inkubator, nantinya Saoraja Hub akan menjadi platform untuk entrepreneur asal Indonesia Timur yang memiliki ide seputar bisnis digital dan kreatif untuk berkumpul bersama berbagi ide. Bahkan menggandeng modal ventura lokal, incubator ini akan diberikan kucuran dana bagi startup pilihan.

“Kategori startup yang masuk pun bisa beragam dan bukan hanya yang berbasis digital saja. Namun demikian idealnya mereka yang memiliki layanan atau sektor yang serupa dengan bisnis dari Kalla Group,” kata Presiden Direktur Kalla Group Solihin Jusuf Kalla dalam keterangannya, Senin (12/11/2018) di Jakarta.

Menurut Solihin untuk memperkuat inkubator, Saoraja Hub akan menggandeng venture capital korporasi hingga lokal. Selain membentuk Saoraja Hub untuk mempercepat pertumbuhan startup di Indonesia Timur, khususnya Makassar, Kalla Group juga memiliki rencana memanfaatkan gudang yang dimiliki untuk disewakan ke perusahaan FMCG dan layanan e-commerce. Divisi logistik (gudang) yang dimiliki Kalla Group saat ini telah memiliki kapasitas yang cukup besar. Ideal untuk dimanfaatkan dan disewakan.

Baca juga :   Nisan GT Academi Pilih 20 Finalis

“Fokus kami memang ke depannya sudah mau mulai untuk masuk ke bisnis digital. Meskipun masih secara perlahan namun dengan potensi dan sumber daya yang ada, Kalla Group memiliki rencana untuk mulai memasuki bisnis digital,” kata Solihin.

Selain membentuk Saoraja Hub untuk mempercepat pertumbuhan startup di Indonesia Timur, khususnya Makassar, Kalla Group juga memiliki rencana memanfaatkan gudang yang dimiliki untuk disewakan ke perusahaan FMCG dan layanan e-commerce.

STEVY WIDIA