Kemenperin Orbitkan Startup Di Palu

Program Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (IBTI) atas kerja sama Disperindag Sulteng, Maleo Techno Center Sulteng dan incubator bisnis Bandung Techno Park. (Foto: startupcorner/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kementerian Perindustrian turut mendukung pertumbuhan wirausaha berbasis digital. Untuk itu Kemenperin menggelar program Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (IBTI) di Palu, Sulawesi Tengah. Program ini telah mengorbitkan 9 wirausaha baru berbasis teknologi informasi.

Peluncurkan startup digital tersebut awal pekan ini di Palu. Mereka adalah oleh-oleh sulteng (oleholehsulteng.com), Kupon Box (kuponbox.com), dehijabers (dehijabers.com), Griya Rias Aidila (griyaaidila.com), potomu.com, Kamboti Studio, pasambo.com, nasana.com, dan pasarasa.com.

“Ini memang harapan kita, akan lahir entrepreneur-enterpreneur muda yang bisa memanfaatkan teknolongi informasi dalam mengmbangkan bisnisnya. Saya berharap, talenta bisnis yang dimiliki anak-anak muda ini dapat dikembangkan terus,” kata Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Abubakar Almahdali saat peluncuran startup tersebut, yang dilansir Antara baru-baru ini.

Menurut Abubakar, anak muda Palu tak kalah dengan anak muda dari daerah lainnya termasuk Jawa. Dia berharap entrepreneur-enterpreneur muda bisa memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan bisnisnya.

Program Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (IBTI) atas kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng, Maleo Techno Center Sulteng dan incubator bisnis Bandung Techno Park.

“Kami berterimakasih karena sudah membangun kerja sama ini dalam menumbuhkan industri kecil dan menengah (IKM) untuk menjadi salah satu langkah pemberdayaan masyarakat Indonesia,” ucap Janu Suryanto Kasubdit IKM elektronika dan Telematika Kemenperin.

Menurut dia, Menteri Perindustrian juga sedang gencar-gencarnya mendorong agar industri kecil menengah (IKM) dapat memasarkan produknya secara online (e-smart). Apalagi, penggunaan teknologi dalam pasar global saat ini sudah menjadi tuntutan sehingga pemanfaatan teknologi informasi membuat operasional usaha menjadi lebih efisien.

“Kedepan, kami memiliki program untuk membantu dalam hal bimbingan teknis terkait programmer desain website. Kami berharap Kadis Perindag masih dapat bekerja sama dengan kementerian perindustrian,” kata Janu lagi.

General Manager IBTI Sulteng Koes Susilo mengungkapkan IBTI dibentuk sejak 2013 lalu atas inisiasi Ditjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian dan Disperindag Sulteng. Sejak terbentuk, hingga saat ini telah mengorbitkan sedikitnya 32 usahawan muda.

IBTI fokus pada usaha-usaha membangun bisnis yang diprakarsai oleh kalangan muda dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai basisnya. Beragam bidang bisnis telah difasilitasi mulai dari kuliner hingga usaha jasa kecantikan.

Layanan yang diberikan antara lain inkubasi bisnis utuk menjadi startup technopreneur, konsultasi, mentoring dan pelatihan, pengembangan bisnis hingga akses permodalan. Mereka dilatih hingga siap meluncurkan produknya di website.

“Dari mereka yang telah menjadi tenan tersebut, Disperindag Sulteng telah membuatkan lima di antaranya telah dibuatkan badan usaha berupa CV,” ujar Koes.

STEVY WIDIA