Kementerian Investasi Gandeng Grab Untuk Percepatan Perizinan UMKM

Grab dan Kementerian Investasi

Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia dan President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Grab berkolaborasi dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal meluncurkan sistem Online Single Submission (OSS). Ini adalah langkah untuk percepatan proses perizinan bisnis bagi UMKM secara digital yang akan bermanfaat untuk meningkatkan skala bisnis UMKM.

Kerjasama ini berupa peluncuran sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko pada 2 Juni 2021.

Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal mengatakan, mayoritas UMKM yang ada saat ini belum memiliki legalitas perizinan berusaha, sehingga menjadi kendala bagi UMKM untuk memperoleh pembiayaan dan mengembangkan usahanya.

“Melalui sistem tersebut, ada keistimewaan terutama bagi UMK (Usaha Mikro Kecil) resiko rendah yang dapat memperoleh perizinan usaha dengan mudah, cepat, dan tanpa biaya,” kata Bahlil dalam siaran pers, Rabu (12/5/2021).

Menurut dia, pemerintah berkomitmen untuk memberikan penguatan kepada UMKM yang selama ini telah berjasa menciptakan lapangan kerja bagi 120 juta dari 130 juta tenaga kerja

Indonesia. Dengan kerjasamam ini, pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan tingkat risiko rendah akan memperoleh kemudahan mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB) yang berfungsi tidak hanya sebagai identitas dan legalitas, namun juga sebagai perizinan tunggal mencakup Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Sertifikasi Jaminan Produk Halal setelah mendapat pembinaan dari instansi terkait, sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Ini merupakan wujud nyata implementasi UU CK. Dengan ini akan secara efektif untuk meningkatkan keunggulan kompetitif dari UMKM melalui Pengajuan Izin Usaha,” ujar Menteri.

Ridzki Kramadibrata, President Grab Indonesia menjelaskan Grab berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap inisiatif-inisiatif dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal dalam memastikan UMKM mampu memperoleh bantuan dalam pengajuan izin usahanya.

“Inti dari kerja sama strategis ini juga sejalan dengan inisiatif #TerusUsaha kami untuk mengoptimalkan potensi UMKM serta memanfaatkan inovasi digital dalam membuka lebih banyak peluang bisnis. Grab memiliki keyakinan penuh atas potensi yang dimiliki para pelaku UMKM dan kami akan terus mendukung mereka melalui platform kami sehingga dapat turut mendorong pemulihan ekonomi di Indonesia,” ucap Rizky.

Sebagai kelanjutan dari inisiatif ini, fokus Grab dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal tidak hanya terbatas pada mendukung lebih banyak UMKM dalam mendapatkan izin usahanya, namun juga memberikan pendampingan kepada mereka untuk mengembangkan usahanya melalui pemberian konsultasi terkait kendala bisnis, bantuan teknis hingga pembekalan UMKM melalui program pemberdayaan keterampilan yang relevan untuk mereka.

 

FAHRUL ANWAR

Exit mobile version