Kemkominfo Janjikan Regulasi IoT Rampung Tahun Ini

Teknologi IoT untuk bangunan pintar. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Peta jalan (roadmap) Internet of Things (IoT) dikabarkan akan segera rampung paling lambat akhir tahun ini. Keberadaan roadmap ini, dinilai sangat penting untuk mendorong pengembangan teknologi IoT agar dapat mencapai economic of scale di Indonesia, serta mendorong perkembangan industri IoT.

“Roadmap IoT selesai tahun ini. Kami juga ingin menyelesaikan sesegera mungkin. Saat ini draf-nya juga sudah di bagian hukum untuk konsultasi publik,” kata Direktur Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Mochamad Hadiyana, di acara Asia IoT Business Platform, Selasa (28/8/2018) di Jakarta.

Sebuah survei enterprise juga telah dilakukan oleh Asia Business Platform pada awal tahun ini. Survei tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital semakin meluas di perusahaan-perusahaan Indonesia dan saat ini terdata sudah 91,1% perusahaan yang melakukan transformasi digital. Tak heran apabila pebisnis semakin familiar dengan IoT.

Menurut survei itu, hanya 8,6% bisnis yang belum familiar dengan teknologi IoT pada 2018, turun dari 16% pada survei tahun lalu. Sebanyak 67,4% dari 1.573 responden dalam survei itu merasa bahwa data analytic dan software business intelligence harus digunakan untuk meraih manfaat dari solusi IoT secara maksimal.

Baca juga :   Qlue dan Kominfo Perangi Situs Penyebar Konten Negatif

Namun, survei itu memang mendapati bahwa baru 8,4% pebisnis yang betul-betul telah merasakan manfaat dari implementasi solusi IoT, naik sedikit dari 5,1% pada tahun lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo, Ismail menyebut setidaknya ada tiga isu penting yang harus diselesikan terkait implementasi IoT, yaitu konektivitas, perangkat, serta pengguna dan proses yang di dalamnya ada aplikasi.

“Ketiganya ini harus dijalankan secara beriringan untuk memastikan implementasi IoT bisa berjalan dengan baik di Indonesia,” tutur Ismail.

 

STEVY WIDIA