Kini, GO-JEK hadir dari Sabang hingga Merauke

(kiri-kanan) Andre Soelistyo - President GO-JEK, Budi Karya Sumadi - Menteri Perhubungan RI, Rudiantara - Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Nadiem Makarim - CEO dan Founder GO-JEK, dan Kevin Aluwi - Chief Information Officer and Co-Founder GO-JEK dalam acara peresmian layanan GO-JEK yang telah hadir dari Sabang hingga Merauke, sekaligus perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - GO-JEK memperluas cakupan wilayah usahanya dengan membuka kantor operasional di kota Merauke, Papua. Perluasan ini menjadikan operasi GO-JEK tersedia dari Sabang hingga Merauke.

Perluasan ini merupakan bentuk komitmen GO-JEK untuk mendukung Indonesia yang lebih baik, lebih cepat dan lebih berkembang. Dengan perluasan ini, GO-JEK sekarang hadir di 70 kota di seluruh Indonesia. Acara peresmian kantor operasi Merauke ini dihadiri oleh Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan RI, dan Rudiantara – Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

“GO-JEK percaya pemanfaatan teknologi merupakan cara yang paling cepat dan tepat untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraannya. Dengan operasional yang diperluas dari Sabang hingga Merauke, GO-JEK  berharap  lebih banyak UMKM dan pengusaha mikro seperti mitra-mitra driver yang bisa merasakan manfaat teknologi,” kata Nadiem Makarim, CEO dan Founder GO-JEK.

Selain sudah hadir di Sabang hingga Merauke, GO-JEK juga melakukan ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara. Diklaim Nadiem, kehadiran GO-JEK di luar Indonesia mendapatkan respon positif dari konsumen, terutama konsumen di Vietnam.

Baca juga :   Transaksi Digital Capai US$ 130 Miliar

“GO-VIET, merek yang digunakan Vietnam, telah melakukan soft launch di kota Ho Chi Minh, Vietnam minggu lalu dan mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. GO-VIET berhasil meraih 15% pangsa pasar di Ho Chi Minh hanya dalam waktu sepuluh hari sejak soft launch.

Sebelumnya, GO-JEK telah mengumumkan peluncuran dua perusahaan yang didirikan secara lokal di Vietnam dan Thailand, yang merupakan gelombang pertama dari ekspansi internasional ke negara-negara Asia Tenggara. Melalui ekspansi internasional ini, GO-JEK ingin memperluas dampak positifnya yang telah terbukti di Indonesia ke negara-negara lain.

Keberhasilan GO-JEK membawa dampak positif di luar Indonesia adalah dengan menggabungkan keahlian GO-JEK di bidang teknologi, operasional serta pengembangan bisnis  dan keahlian tim lokal yang memahami cara terbaik melayani kebutuhan konsumen di negara masing-masing.

“Hal lain yang penting dari ekspansi internasional kami adalah membuat Indonesia bangga. Kami ingin membuktikan bahwa #AnakBangsaBisa menempatkan Indonesia pada peta inovasi global dan kepemimpinan di bidang teknologi. Ini tidak dapat kami lakukan tanpa dukungan dari semua pihak, dari mitra driver, konsumen dan juga pemerintah,” kata Nadiem.

Baca juga :   Gojek Dapat Suntikan Dana Dari Google dan Temasek

Aplikasi GO-JEK saat ini telah memfasilitasi lebih dari 100 juta transaksi setiap bulan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Bahkan, GO-FOOD telah menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia di luar Cina.

 

STEVY WIDIA