KoinWorks Beri Pinjaman Lunak Untuk Pelajar

Benedicto Haryono, Founder & CEO KoinWorks (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

youngster.id - Perusahaan teknologi pinjam-meminjam (peer to peer lending) KoinWorks memperluas akses pembiayaan pendidikan melalui layanan KoinPintar. Layanan pembiayaan ini khusus pendidikan untuk mendongkrak pendidikan dan keterampilan bagi setiap individu agar siap bersaing dan mendapatkan pekerjaan impian sekaligus meningkatkan taraf hidup.

Benedicto Haryono, Co-founder dan CEO KoinWorks, KoinPintar ini menjadi salah satu terobosan penting guna mewujudkan salah satu misi besar pemerintah, yakni Indonesia Pintar.

“Melalui KoinPintar, kami di KoinWorks dan semua pemangku kepentingan seperti para pendana dapat membantu masyarakat untuk memperluas kapasitas diri lewat pendidikan yang baik dan memadai. Artinya, kita semua bisa bahu-membahu mendukung pemerintah menuju Indonesia Pintar lewat KoinPintar,” kata Benedicto dalam siaran pers, Rabu (28/3/2018).

Menurut dia, KoinWorks juga akan memungkinkan masyarakat untuk mengakses pendidikan ke berbagai institusi lewat pembiayaan dari KoinPintar, meski institusi tersebut tidak termasuk sebagai rekanan KoinPintar.

Sejak layanan ini berjalan, KoinWorks pun telah menggandeng beberapa mitra universitas, di antaranya BINUS University, Sampoerna University, Indonesia Banking School, Universitas Mercu Buana, dan Universitas Multimedia Nusantara.

Baca juga :   JNE Gandeng KoinWorks Untuk Dukung Member UKM

KoinPintar juga bermitra dengan berbagai kursus lintas industri, di antaranya Hacktiv8 untuk pengadaan kursus pengembangan web, English First untuk kursus Bahasa Inggris, International Design School (IDS) untuk kursus desain, hingga Savier Animation dan Espire School of Digital Art (ESDA) untuk kursus animasi 3D.

Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan KoinPintar bisa langsung mendaftar di salah satu mitra KoinPintar atau sebuah institusi pendidikan sebelum mengajukan pembiayaan di KoinWorks. Setiap siswa memiliki metode pembayaran berupa cicilan biaya kuliah atau kursus yang jauh lebih fleksibel dan murah.

Dengan demikian, siswa jadi lebih terbantu dalam melakukan pembayaran atas program pendidikan yang hendak dijalani. Tidak hanya itu, siswa pun diperkenankan memiliki cicilan pendidikan hingga dua tahun setelah masa studinya selesai, sehingga siswa bisa melunasi cicilannya setelah mendapatkan pekerjaan dan memperoleh penghasilan.

Bunga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, mulai 9 %-15 % flat per tahun.
Karenanya, selama masa studi, para siswa memiliki kewajiban untuk menuntaskan pendidikan hingga akhir dengan nilai yang baik, sebagai bentuk tanggung jawab pada pembiayaan pendidikan yang dilakukan oleh 45.000 pendana di KoinWorks.

Baca juga :   Benedicto Haryono : Dukung Perkembangan Usaha Kecil dan Terwujudnya “Indonesia Pintar” Melalui Pendanaan

Sebagai respons positif atas pemberitaan Presiden Joko Widodo mengenai akses pembiayaan pendidikan, hadirnya KoinPintar pun diharapkan mampu mengubah perilaku kredit masyarakat yang tadinya konsumtif, menjadi lebih bermanfaat dan produktif, khususnya di bidang pendidikan.

Hingga kini, tanggapan masyarakat terhadap layanan ini sangat baik dan sudah sukses berjalan sehingga KoinWorks hanya perlu memperbaharui layanan ini menjadi lebih baik hingga mampu menjangkau lebih banyak calon siswa. Hal itu ditunjukkan lewat rasio non-performing loan (NPL) 0 persen, selama satu tahun KoinPintar berjalan. Pada Maret 2018, KoinWorks memiliki lebih dari 45.000 pendana.

 

STEVY WIDIA