Rabu, 11 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Layanan Kesehatan Rentan Serangan Peretas

10 Juni 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
cybercrime

Serangan siber. (Foto : istimewa/ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Ketika organisasi – organisasi berlomba untuk menawarkan lebih virtual, akses jarak jauh melalui penggunaan portal client, serangan terhadap aplikasi khusus dan aplikasi berbasis web melonjak. Terhitung 67% dari semua serangan, dan meningkat melebihi dua kali lipat dalam dua tahun terakhir ini. Layanan kesehatan menanggung 97% serangan jenis ini yang diakibatkan dari peralihan ke telehealth dan perawatan jarak jauh.

Hal itu diungkap NTT Ltd, dalam 2021 Global Threat Intelligence Report (GTIR), yang mengungkap bagaimana peretas dapat memanfaatkan ketidakstabilan dunia dengan menargetkan industri yang paling penting dan rentan akibat kerja jarak jauh.

CEO NTT Divisi Security Kazu Yozawa, mengatakan tahun lalu NTT Ltd memperkirakan adanya kenaikan serangan yang ditargetkan secara oportunistik, dan sayangnya terbukti bahwa serangan tersebut sungguh terjadi. Walaupun industri-industri ini telah melakukan yang terbaik untuk mempertahankan layanan penting selama masa sulit namun kurang berhasilnya standar keamanan yang telah ditetapkan di saat perusahaan sangat membutuhkannya sungguh sangat mengkhawatirkan.

Baca juga :   Startup Darwinbox Sandang Status Unicorn

“Sementara untuk layanan yang diberikan terus dilakukan secara online dan layanan yang diberikan pun menjadi semakin digital untuk masa new normal, organisasi wajib lebih waspada dalam mempertahankan dan menjaga  keamanan mereka yang terbaik,” ungkap Kazu dalam keterangan pers Selasa (8/6/2021).

Data menyebutkan Industri kesehatan, manufaktur, dan keuangan mengalami peningkatan serangan tertinggi, masing-masing 200%, 300%, dan 53%.  Total gabungan 62% dari semua serangan pada tahun 2020, yang meningkat 11% dari 2019.

Di saat malware telah menjadi komoditi karena fitur dan fungsi, malware juga telah menjadi lebih beragam selama setahun terakhir dengan adanya pertumbuhan malware yang multi-fungsi. Di satu sisi cryptominers telah menggantikan spyware sebagai malware yang paling umum ada di dunia, namun penggunaan malware dengan jenis tertentu yang di tujukan terhadap spesifik industri terus mengalami perkembangan. Worm paling sering muncul di sektor keuangan dan manufaktur. Industri perawatan kesehatan dipengaruhi oleh trojan karena adanya akses dari jarak jauh, sementara industri teknologi menjadi sasaran ransomware.

Baca juga :   ChatGPT Dapat Digunakan untuk Menangkal Serangan Siber yang Diinisiasi AI?

Sektor pendidikan diserang oleh para cryptominers karena populernya penambangan crypto di kalangan siswa-siswa dengan memaanfaatkan infrastruktur mereka yang tidak terlindungi sama sekali.

Mark Thomas, yang memimpin NTT Global Threat Intelligence Center, mengatakan di satu sisi pelaku  kejahatan mengambil keuntungan dari bencana global, dan di sisi lain penjahat dunia maya memanfaatkan ledakan pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kedua situasi ini memberi ketidakpastian dan risiko. Perubahan yang terjadi dalam model operasional atau pengadopsian teknologi baru telah memberikan peluang kepada para pelaku kejahatan, yang mana hal ini juga didorong oleh adanya lonjakan pasar terhadap mata uang crypto yang populer di kalangan pelajar yang tidak berpengalaman sehingga serangan pasti terjadi. Saat ini dikala kita memasuki fase pandemi yang lebih stabil, organisasi dan individu harus dapat memprioritaskan keamanan siber di semua industri, termasuk juga pada rantai pasokan,” ungkap Mark.

Baca juga :   BCA Gandeng Avaya Untuk Tranformasi Layanan Perbankan Digital

 

 

FAHRUL ANWAR

Tags: 2021 Global Threat Intelligence Report (GTIR)NTT Ltdperetasserangan siber
Previous Post

IPO Jadi Opsi Pendanaan Startup di Indonesia

Next Post

Dorong Peningkatan Penggunaan Kendaraan Listrik, NFCX Berkolaborasi Dengan Sicepat

Related Posts

itsec x infinix
BIZTECH

ITSEC Asia Gandeng Infinix Hadirkan Perlindungan Serangan Digital di Smartphone

27 Januari 2026
0
serangan siber
AI & CYBER

Serangan Siber Meningkat, Kolaborasi Tingkat Sektoral Jadi Hal Penting

15 Januari 2026
0
cybercrime
AI & CYBER

AI Bakal Mengubah Tren Kejahatan Siber di Tahun 2026

12 Desember 2025
0
Load More
Next Post
Pertamina x Gojek Bikin Pilot Commercial untuk Kendaraan Listrik

Dorong Peningkatan Penggunaan Kendaraan Listrik, NFCX Berkolaborasi Dengan Sicepat

UniSadhuGuna International College

UniSadhuGuna Gelar Pameran Inovasi Kreatif Skala Internasional Karya Mahasiswa

Telkomsel Awards 2021

Telkomsel Awards 2021, Apresiasi Bagi Talenta Kreatif Indonesia Yang Berdampak

Discussion about this post

Recent Updates

Easycash MOJANG

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Gen Z, Easycash dan AFTECH Luncurkan Modul MOJANG

10 Februari 2026
Apex Group

Perluas Ekspansi di Asia Tenggara, Apex Group Buka Kantor di Jakarta

10 Februari 2026
10 Tim Global Ambassador 'Solve for Tomorrow' 2026

Samsung Umumkan 10 Tim Global Ambassador ‘Solve for Tomorrow’ 2026

10 Februari 2026
Indosat

Kinerja Solid 2025, Pendapatan Indosat Tembus Rp15,36 Triliun di Kuartal IV

10 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Easycash MOJANG

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Gen Z, Easycash dan AFTECH Luncurkan Modul MOJANG

10 Februari 2026
Apex Group

Perluas Ekspansi di Asia Tenggara, Apex Group Buka Kantor di Jakarta

10 Februari 2026
10 Tim Global Ambassador 'Solve for Tomorrow' 2026

Samsung Umumkan 10 Tim Global Ambassador ‘Solve for Tomorrow’ 2026

10 Februari 2026
Indosat

Kinerja Solid 2025, Pendapatan Indosat Tembus Rp15,36 Triliun di Kuartal IV

10 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version