Layanan Path Hanya Sampai 18 Oktober 2018

Aplikasi Path. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Layanan media sosial Path resmi mengumumkan penutupan layanannya pada 18 Oktober mendatang. Sebelum tanggal tersebut, di laman About Us-nya Path menyediakan cara-cara untuk melakukan backup untuk data-data dan refund dana langganan, baik di platform iOS dan Android.

Di laman tersebut diinfokan bahwa per 1 Oktober pengguna tidak bisa lagi mengunduh aplikasi Path di iOS App Store dan Google Play. Setelah penutupan layanan tanggal 18 Oktober, layanan pelanggan Path bakal terus beroperasi hingga tanggal 15 November.

Path didirikan tahun 2010 dengan Co-Founder Dave Morin menjadi CEO-nya. Sempat populer di berbagai kawasan dan memperoleh dana sekitar $66 juta dari investor, di bulan Mei 2015 Path dijual ke pengembang platform messaging Kakao (Korea Selatan). Kakao mendirikan entitas di Singapura (Path Mobile Ptd Ltd) sebagai perusahaan induk baru dan memindahkan pusat pengembangan Path dari San Francisco ke Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Indonesia bisa dibilang adalah pasar terbesar Path. Apalagi saham Path senilai Rp 304 miliar dimiliki Group Bakrie. Kakao mencoba menggunakan Path sebagai leverage untuk melakukan penetrasi ke pasar Indonesia, setelah kegagalannya dengan KakaoTalk.

Baca juga :   UI Luncurkan Situs Perizinan UKM Di Indonesia

Keunikan Path, dibandingkan layanan serupa, adalah eksklusivitasnya. Awalnya jumlah teman di Path dibatasi hanya 150 orang, meski kemudian jumlahnya terus diperbesar. Meskipun demikian, setelah dipindah ke Asia Tenggara, Path tidak kunjung mendapatkan model bisnis yang tepat dan jumlah penggunanya tidak menunjukkan tren yang menggembirakan. Path sudah diunduh lebih dari 10 juta kali di Google Play.

STEVY WIDIA