Minggu, 29 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Lazada dan Berkraf Maksimalkan Produk UMKM

24 November 2017
in News
Reading Time: 1 min read
Jelang Harbolnas, Lazada Giatkan Penjual

Lazada Indonesia gelar road show lokakarya #UpgradeUKM. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Agar produk usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) mudah dipasarkan perlu ditingkatkan, baik dari segi pemasaran maupun kreativitas. Untuk itu Lazada melakukan koordinasi bersama Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Berkraf) untuk dapat memaksimalkan produk UMKM bagi meningkatkan perekonomian masyarakat.

Chief Merketing Officer Lazada Indonesia Achmad Alkatiri, mengatakan untuk produk industri kreatif milik pelaku UKM memang belum banyak yang bisa dipasarkan sehingga masih perlu didorong secara bersama.

“Kami membicarakan produk kreatf UMKM ke Berkraf. Namun UKM di Indonesia yang memproduksi barang sendiri memang masih kurang. Inilah yang sedang kita gencarin,” katanya Kamis (23/11/2017) di Makassar Sulawesi Selatan.

Ia menjelaskan, berkraf memiliki UKM kreatif lokal binaan sendiri. Jadi pihaknya sendiri tentunya akan membuka kerjasama dengan pelaku industri kreatif. Kerjasama dengan pelaku industri kreatif ini, kata dia, seperti diantaranya dengan membuka toko mereka di Lazada.

Baca juga :   IOH Optimalkan Jaringan Untuk Dukung Kebutuhan Digital Pelanggan Selama Nataru

“Jadi bisa kita rilis secepatnya. Para pelaku industri kreatif juga bisa menjual barang-barang hasil karyanya secara luas dan mudah dijangkau,” jelasnya.

Badan Usaha Kreatif (Bekraf) mendorong pembiayaan berbasis IT sebagai upaya untuk membantu para pelaku industri kreatif mendapatkan pinjaman dari lembaga perbankan. Deputi Akses permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengatakan berdasarkan hasil survei diketahui jika sebanyak 73 persen lembaga keuangan memberikan kewajiban atau persayaratan bagi pelaku ukm untuk memberikan jaminan.

“Pihak perbankan itu mewajibkan adanya jaminan untuk pemberian pinjaman ke pelaku industri kreatif. Ini tentu sulit karena industri kreatif itu itu merupakan industri yang tidak berwujud atau dalam bentuk kreatifitas,” kata dia.

Baca juga :   Ahlijasa Berjaya di Startup World Cup 2017

Maka melihat kondisi itu, kata dia, maka perlu adanya pemberlakukan pembiayaan berbasis teknologi yang memang mejadi kekuatan dari industri kreatif agar bisa berkembang kedepan.

FAHRUL ANWAR

Tags: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)Lazada Indonesiausaha mikro kecil dan menegah (UMKM)
Previous Post

Kosmetik Tren Haliyu Hadir Di Indonesia

Next Post

BigBang Jakarta, Gelar Konser Musik Akbar Akhir Tahun

Related Posts

L:azada
Digital Business

Strategi Lazada Hadapi Fenomena Pergeseran Perilaku Belanja Online

28 Februari 2026
0
Lazada
Digital Business

Dorong Pemulihan Ekonomi Sumatra, Lazada Hadirkan Kanal Khusus Sumatra

7 Februari 2026
0
Fokus Tingkatkan Nilai Brand Jadi Strategi e-Commerce Lazada di Tahun 2026
Digital Business

E-commerce Indonesia Masuk Babak Confident Commerce di 2026

17 Januari 2026
0
Load More
Next Post
BigBang Jakarta, Gelar Konser Musik Akbar Akhir Tahun

BigBang Jakarta, Gelar Konser Musik Akbar Akhir Tahun

Viu Indonesia Rilis Serial Drama The Publicist

Viu Indonesia Rilis Serial Drama The Publicist

TelkomGroup Berkolaborasi dengan Mitra Global dan Lokal untuk Mengakselerasi Bisnis Digital

TelkomGroup Berkolaborasi dengan Mitra Global dan Lokal untuk Mengakselerasi Bisnis Digital

Discussion about this post

Recent Updates

Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version