LINE Targetkan Bisnis Fintech Capai BEP Dalam 2 Tahun

LINE Shopping. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Belakangan ini LINE corp gencar mendorong bisnis financial technology (Fintech). Layanan fintech seperti perbankan, perdagangan saham, pinjaman dan asuransi diprediksi dapat mencapai break event point (BEP) hingga dua tahun kedepan.

Co-CEO Line Shin Jung-Ho mengatakan, layanan fintech dapat menghasilkan keuntungan dalam tiga tahun, tergantung pada seberapa cepat perusahaan dapat memperoleh lisensi yang diperlukan dan menarik pengguna.

“Dua hingga tiga tahun ke depan adalah waktu penting untuk mencari tahu kebutuhan pengguna. Perusahaan akan difokuskan pada pasar dalam negeri dan Taiwan,” ujar Shin yang dilansir Bloomberg belum lama ini.

Sebelumnya operator platform pengiriman pesan paling populer di Jepang ini tengah menghadapi basis pengguna yang stagnan dan model bisnis yang bergantung pada iklan. Untuk itu Line menggandakan pembayaran untuk mendukung penawaran keuangan lainnya dan mentransformasikannya menjadi aplikasi all-in-one seperti Tencent Holdings Ltd. Wechat.

Perusahaan tahun lalu mengumpulkan 148 miliar yen (US$1,4 miliar) dalam penjualan obligasi konversi untuk membantu mendanai ekspansi. Sahamnya jatuh ke level terendah sejak penawaran umum perdana pada Juni.

Baca juga :   Tokopedia Bisa Dibayar di Kantor Pos

“Fintech sendiri adalah model monetisasi yang telah terbukti, satu-satunya masalah adalah seberapa cepat kita dapat memberikan keamanan kepada para pengguna. Kami membutuhkan investasi tiga hingga empat tahun untuk membangunnya,” katanya seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (13/6/2019). Line memiliki 80 juta pengguna aktif bulanan di Jepang, 21 juta di Taiwan, 44 juta di Thailand dan 19 juta di Indonesia.

Line sudah menjadi pemain dominan dalam fintech pembayaran di Taiwan. Perusahaan menargetkan untuk memulai operasi di Line Bank, dengan bermitra dengan Mizuho Financial Group Inc., di Jepang tahun depan, sambil menunggu persetujuan peraturan.

Meskipun memiliki pijakan awal di banyak pasar global, Line telah memfokuskan operasi pengiriman pesannya di empat negara Asia. Layanan fintech dapat berfungsi sebagai vektor untuk ekspansi global ke depannya. ,

“Kompetisi bagi perusahaan messenger sudah berakhir. Saat ini kami membutuhkan inovasi lain. Fintech bisa menjadi pilihan itu,” pungkas Shin.

STEVY WIDIA