LPP KUKM Gandeng PUM Belanda Bagi Peningkatan UKM Kulit

Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) bekerjasama dengan PUM Belanda untuk pembinaan UKM. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

youngster.id - Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) menggandeng organisasi non profit dari Belanda, PUM (Project Uitzending Managers), untuk melakukan bimbingan teknis, workshop, pendampingan, dan konsultasi, bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM). Kerjasama ini ditujukan untuk kategori produk kerajinan kreatif berbahan dasar kulit.

Direktur Utama LLP-KUKM, Ahmad Zabadi, mengatakan, kerjasama LLP-KUKM dengan PUM bertujuan meningkatkan mutu, desain produk, dan informasi pasar produk kerajinan berbahan dasar kulit.

“Kami terus membantu UKM Indonesia, agar produk mereka menjadi juara di pasar dalam negeri dan mampu bersaing di pasar luar negeri,” ucap Zabadi, Senin (5/12/2016) di Jakarta. Menurutnya, kalangan UKM Indonesia perlu mendapat bimbingan teknis, pendampingan dan konsultasi agar produk mereka lebih baik lagi.

Tim dari PUM beserta Wakil Duta Besar RI untuk Belanda, Ibnu Wahyutomo, datang ke Jakarta melakukan berbagai program kegiatan pengembangan Koperasi dan UKM di Jakarta, Bogor, Yogyakarta dan Sidoarjo. Sejak akhir November lalu, tenaga ahli dari PUM, Albertus Van Zelts, memberikan pelatihan kepada 100 orang pelaku UKM mitra LLP-KUKM untuk kategori fashion, sepatu dan asesoris berbahan dasar kulit.

Baca juga :   Aulia Marinto Terpilih Jadi Ketua Umum idEA yang Baru

“Bimbingan teknis kepada para pelaku usaha kecil tersebut dilaksanakan di SME Tower Jakarta dengan materi mengenai kualitas bahan baku, dan tren desain produk sepatu, jaket, dan tas kulit serta informasi pasar di Eropa Barat,” kata Zabadi.

PUM terdiri atas para tenaga ahli senior yang merupakan relawan dan mempunyai misi untuk membantu para pelaku usaha di negara-negara berkembang dalam mengembangkan dan meningkatkan usahanya. PUM tercatat mempunyai network yang berasal dari 4.000 tenaga ahli di 80 sektor usaha termasuk dalam hal ini usaha kerajinan kulit.

 

STEVY WIDIA