Manufaktur Indonesia Perlu Bertransformasi Ke Industri 4.0

PT Siemens Indonesia memperkenalkan TIA Portal V15 untuk industri manufaktur. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Kemajuan signifikan dalam teknologi, seperti big data dan analitik, Industrial Internet of Things (IIoT), robotika, dan additive manufacturing, telah mengubah kemampuan dan nilai proposi dari manufaktur global. Agar menjadi lebih unggul dalam persaingan, produsen harus sepenuhnya menyelaraskan strategi bisnis dengan tren terkini.

Menurut data Kementerian Perindustrian Indonesia, industri manufaktur memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal ketiga tahun 2017 dengan pencapaian sebesar 17,76%. Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan industri manufaktur tahun 2018 sebesar 5,67 %.

Hal ini memberikan peluang bagi Siemens untuk membantu kalangan industri di Indonesia dalam meningkatkan keandalan dan keberlanjutan selama aktivitas produksi. Yakni dengan menawarkan versi terbaru V15 dari Totally Integrated Automation (TIA) yang akan memperpendek waktu dari perancangan sampai pemasarann produk, meningkatkan produktivitas pabrik serta menyediakan fleksibilitas yang lebih luas bagi sistem integrator, pembuat mesin dan juga untuk operator mesin itu sendiri.

“Sebagai pemimpin global dalam sistem otomasi manufaktur, Siemens memperkenalkan teknologi manufaktur termutakhir ini untuk membantu produsen di Indonesia mencapai keunggulan operasional. TIA Portal V15 menyediakan beragam pilihan teknik baru yang akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk proses rekayasa teknik secara drastis, memungkinkan dilakukannya proses diagnosa awal dan terhubung dengan perangkat lunak Siemens lainnya yang merupakan bagian dari solusi digital enterprise,” kata Pascal Dricot, Act. Country Division Lead of Digital Factory Division and Process Industries and Drives Division, PT Siemens Indonesia dalam keterangannya, Jumat (31/8/2018) di Jakarta.

Baca juga :   Siemens Indonesia Donasi Untuk Korban Gempa Lombok

Menurut dia opsi yang ditawarkan TIA Portal V15 mulai dari integrasi digital sampai dengan operasional pabrik yang transparan. Bahkan TIA Portal lebih dari sekedar kerangka kerja teknik perencanaan. Software ini juga menyediakan akses tanpa batas untuk layanan otomasi terdigitalisasi Siemens. Singkatnya, perangkat ini dapat membantu pelanggan untuk mengintegrasikan semua sistem yang dibutuhkan dalam industri manufaktur.

“Opsi-opsi baru ini akan menguntungkan para manufaktur berbasis mesin serta meningkatkan produktivitas bagi pengguna akhirnya,” ujar Pascal.

Dia menegaskan, arsitektur perangkat lunak solusi ini dirancang dengan tingkat efisiensi yang tinggi dan kemudahan dalam penggunaan, sehingga sangat cocok untuk digunakan bagi pengguna baru ataupun yang sudah berpengalaman. Dikombinasikan dengan beberapa fungsi baru, pengguna dapat mendeteksi kesalahan rekayasa teknik sejak dari awal sehingga dapat melakukan pembetulan atau bahkan menghindarinya sebelum uji coba system paska instalasi (commisioning).

Tentunya ini akan akan memperpendek waktu perancangan sampai dengan pemasaran produk, meningkatkan produktivitas, kualitas, efisiensi dan keamanan. Karena itu, TIA Portal merupakan gateway yang cocok untuk otomasi proses digital enterprise dan membantu industri menuju era Industri 4.0.

Baca juga :   Koleksi Desainer Indonesia Dilirik E-Commerce Amerika

TIA Portal membantu industri dengan menawarkan solusi terintegrasi, menyeluruh dan end-to-end di seluruh proses manufaktur. Selain PLM (Product Lifecycle Management) dan MES (Manufacturing Execution Systems) di dalam digital enterprise Software Suite, TIA Portal menyediakan jajaran pilihan perangkat lunak bagi perusahaan untuk menuju ke era Industri 4.0.

 

STEVY WIDIA