McD Beri Apresiasi Emas Bagi Tim Badminton dan Wushu Indonesia Asian Games 2018

oleh Sukowati Sosrodjojo, Presiden Direktur McDonald’s Indonesia dan Tehbotol Sosro bersama Tim Bulutangkis Indonesia. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - McDonald’s Indonesia bersama Tehbotol Sosro memberi penghargaan berupa logam mulia untuk tim Asian Games 2018 cabang olahraga Badminton dan Wushu. Pemberian penghargaan ini merupakan rasa terima kasih dan apresiasi waralaba ini kepada para atlit yang telah berjuang dan mengharumkan nama Indonesia di arena Asian Games 2018.

Penghargaan yang diberikan berupa logam mulia sebesar 100 gram emas untuk peraih medali emas, 70 gram emas untuk peraih medali perak dan 50 gram emas untuk peraih medali perunggu kedua cabang olah raga. Selain itu, untuk manajer tim dan para pelatih kedua cabang olahraga juga diberikan hadiah logam mulia masing-masing sebesar 25 gram emas. Total logam mulia yang diberikan adalah sebesar 1.845 gram emas.

Penghargaan diberikan oleh Sukowati Sosrodjojo, Presiden Direktur McDonald’s Indonesia dan Tehbotol Sosro langsung kepada para atlit berikut manajer tim dan para pelatih kedua cabang olahraga.

“Apresiasi kami ini tidaklah sebanding dengan hasil yang telah mereka berikan bagi Indonesia. Kami berharap prestasi gemilang para atlit Indonesia di arena Asian Games 2018 menjadi inspirasi bagi anak muda Indonesia untuk meraih prestasi di bidang olahraga yang ditekuninya,” kata Sukowati pada Rabu (5/9/2018) di restoran McDonald’s Sarinah, Jakarta.

Baca juga :   McDonald’s Indonesia Berbagi Dengan Korban Gempa Lombok

Para atlit yang menerima penghargaan dari McDonald’s Indonesia dan Tehbotol Sosro antara lain adalah atlit Badminton Jonatan Christie, Kevin Sanjaya, Marcus Gideon, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Greysia Polii, Apriyani Rahayu dan seluruh tim beregu putra dan putri. Sedangkan untuk cabang olahraga Wushu, penghargaan kepada atlit diberikan untuk Lindswell Kwok, Edgar Xavier Marvelo, Yusuf Widiyanto, Ahmad Hulaefi dan Puja Riyaya.

STEVY WIDIA