Mengeksplorasi Kreativitas Digital dengan Wacom Intuos Terbaru

Wacom Intuos. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Wacom melalui PT Datascrip sebagai authorized distributor-nya di Indonesia menghadirkan versi terbaru dari pen tablet Intuos. Wacom Intuos terbaru membantu siapa saja yang ingin mengeksplorasi kreativitas digital dengan menghadirkan perpaduan hardware dan software yang canggih sekaligus mudah digunakan.

“Wacom Intuos terbaru yang kini dilengkapi dengan tiga pilihan software kreatif merupakan perangkat yang bisa digunakan oleh para kreator digital, apapun bidang yang digelutinya. Mulai dari yang suka menggambar manga, melukis dengan palet digital, sampai mengedit foto,” ungkap Jeremy Hermanto Divison Manager PT Datascrip dalam keterangannya baru-baru ini.

Dia menjelaskan, perangkat ini hadir dengan peningkatan fitur serta dukungan software untuk menggambar, melukis maupun mengedit foto.
Fitur Intuos yang baru lainnya adalah konektivitas Bluetooth pada tipe tertentu, area gambar yang lebih luas, serta desain yang lebih tipis dengan ketebalan 8,8 mm menjadikan tablet Intous setipis smartphone. Selain itu, tersedianya 2 pen buttons dan 4 customizable ExpressKeys™ memudahkan untuk mengakses shortcut.

Baca juga :   Canon Hadirkan Generasi EOS Terbaru

Pengguna Wacom Intuos terbaru juga bisa mengunduh hingga 3 software kreatif yang tersedia secara gratis selama setahun, mulai dari Corel® Paniter® Essentials™ 6, Corel® Aftershot™ 3 hingga CELSYS CLIP STUDIO PAINT PRO. Untuk memudahkan menggunakan produk, tersedia beragam video panduan dari Wacom, Corel dan Celsys yang dapat ditemukan di https://www.wacom.com/en-dk/getting-started/intuos.

Selain itu, Wacom Intuos terbaru tersedia dalam ukuran ukuran kecil dan medium, serta memiliki sensitivitas tekanan (pressure sensitivity) yang tinggi, yaitu pada level 4.096, memberikan kenyamanan sekaligus presisi pada saat menggunakannya. Selain itu, pen tablet yang tidak menggunakan baterai ini memiliki desain yang ergonomis, ringan dan membuat pemakaiannya lebih natural, seperti menggunakan pena pada umumnya.

STEVY WIDIA