Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

OVO Targetkan Gandeng 100.000 UKM Go Digital

2 Oktober 2018
in News
Reading Time: 2 mins read
OVO Bidik 20 Juta Pengguna

OVO beraliansi bisnis dengan Bank Mandiri. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Baru-baru ini, OVO mengumumkan bahwa OVO QR code telah tersedia dan dapat diakses melalui aplikasi OVO dan Grab serta memperluas jangkauannya ke 25.000 Usaha Kecil Menengah (UKM) di seluruh Indonesia.

Director of OVO, Johnny Widodo mengatakan, OVO menjadi satu-satunya platform pembayaran di Indonesia yang diterima di semua jenis bisnis, dari mal besar hingga gerai tradisional kecil yang belum pernah tersentuh pembayaran non-tunai. Bahkan, pada akhir 2018, OVO menargetkan QR code untuk tersedia di 100.000 UKM.

“Dengan teknologi yang OVO miliki, kami ingin membantu UKM untuk menumbuhkan bisnis secara lebih cepat sehingga mereka dapat berkontribusi secara nyata terhadap ekonomi,” ungkap Johnny dalam keterangannya baru-baru ini.

Baca juga :   Kini Moka Terintegrasi Dengan 3 Platform Dompet Digital

Hingga tahun 2017, terdapat hampir 60 juta UKM di Indonesia, yang menyumbang lebih dari 60% PDB negara. Namun, kurang dari 8% dari UKM tersebut yang menggunakan teknologi untuk memasarkan produk mereka.

Melalui QR code, OVO ingin mendorong UKM untuk go digital dengan menggunakan teknologi dan menerima pembayaran non-tunai sehingga mereka dapat menumbuhkan bisnis mereka. Dengan memperluas QR code OVO hingga ke Bandung, pihaknya ingin membuat teknologi pembayaran yang terjangkau tersedia bagi usaha kecil seperti pujasera, pasar, warung dan kios, yang menjadi pusat keramaian transaksi antara penjual dan pembeli.

Adanya perluasan jangkauan QR code ini, OVO membuat teknologi pembayaran yang terjangkau tersedia di seluruh kota-kota Indonesia, seperti Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo dan Bandung. Upaya ini dilakukan guna memastikan lebih banyak pemilik usaha kecil yang dapat memanfaatkan teknologi non-tunai untuk pertama kalinya, serta menumbuhkan bisnis mereka secara lebih cepat dengan memanfaatkan basis pelanggan OVO dan Grab.

Baca juga :   Dukung Sukses KTT ASEAN 2023, Telkom Siapkan Infrastruktur Hingga 70Gbps dan 48 BTS di Labuan Bajo

Johnny menilai, sampai saat ini belum ada yang dapat membawa UKM seperti warung kelontong ke dalam pembayaran non-tunai dalam skala yang besar. Tersedianya QR code di UKM menjadikan OVO sebagai main wallet yang dapat digunakan oleh siapa pun, di mana pun dan kapan pun. Pengguna sekarang dapat menggunakan dompet digital OVO di seluruh Indonesia, dari restoran hingga minimarket, untuk transportasi, belanja di toko, warung hingga gerai tradisional dan e-commerce, hingga pembelian pulsa telepon atau listrik, serta pembayaran billing kebutuhan sehari-hari.

Sebagai bagian dari strategi untuk mempermudah masyarakat dalam bertransaksi non-tunai, OVO telah bermitra dengan beberapa perusahaan terkemuka dan terpercaya di Indonesia yaitu Alfamart, Bank Mandiri, Grab, Kudo dan Moka.

Baca juga :   Melalui KOMPAG, GoFood Dorong UMKM Naik Kelas

“Saat ini, OVO telah tersedia di 212 kota dan dalam waktu dekat akan tersedia pada 350.000 gerai, hal ini menjadikan OVO satu-satunya platform dengan pembayaran yang paling banyak diterima di toko-toko ritel offline, termasuk hypermarket, department store, kedai kopi, bioskop, operator parkir dan jaringan rumah sakit terkemuka,” pungkasnya.

STEVY WIDIA

Tags: OVOUKM Go Digital
Previous Post

Moka POS Akusisi Startup India GetFocus

Next Post

RPX dan Lintasarta Gelar Energizing Startup

Related Posts

Superbank
Digital Business

Superbank Cetak Laba Rp143,3 Miliar dan Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

14 Maret 2026
0
Dorong Akselerasi UKM dengan Teknologi AI Telkomsel Gelar Digital Creative Enterpreneurs
Technology

Dorong Akselerasi UKM dengan Teknologi AI Telkomsel Gelar Digital Creative Enterpreneurs

22 November 2025
0
Grab x QRIS
Digital Business

Permudah Transaksi, Grab Resmi Integrasikan QRIS untuk Layanan On-Demand

7 November 2025
0
Load More
Next Post
RPX dan Lintasarta Gelar Energizing Startup

RPX dan Lintasarta Gelar Energizing Startup

Sewa Ruang Meeting Dengan Aplikasi Xwork

XWORK Dukung Ekosistem UMKM

Desfola, Alat Pendeteksi Potensi Bencana Alam Dari Mahasiswa UB

Desfola, Alat Pendeteksi Potensi Bencana Alam Dari Mahasiswa UB

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version