Penyaluran KUR Oleh UKM Belum Optimal

Kredit Usaha Rakyat (KUR) disalurkan melalui perbankan pemerintah. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

youngster.id - Presiden Joko Widodo terus melakukan berbagai upaya memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah. Salah satunya, dengan menekan bunga KUR, hingga di kisaran 7% dari 9%.

Hal tersebut dikemukakan oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, sebuah diskusi di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu 23 April 2017. Meskipun kepala negara menginginkan bunga subsidi ditekan, namun dia pun mengungkapkan, penyaluran KUR belum optimal.

“Kami ingin betul-betul yang membutuhkan yang menerima. Presiden bahkan ingin bunga KUR turun terus, sampai tujuh persen,” kata Mardiasmo.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, sampai saat ini jumlah UMKM yang tercatat mencapai 61,8 juta. Sementara yang menerima fasilitas KUR, hanya sekitar 17,6 juta UMKM. Artinya, masih ada puluhan juta UMKM yang belum mendapatkan fasilitas permodalan yang diberikan pemerintah.

Karena itu menurut dia, pemerintah pun memiliki konsep pembiayaan ultra mikro, yang ditujukan untuk para UKM, yang nantinya akan disalurkan oleh lembaga non keuangan. Dengan program tersebut, diharapkan insentif yang selama ini diberikan pemerintah bisa tepat sasaran.

Baca juga :   Presiden Harapkan Startup Lokal Kuasai Pasar

“Rata-rata (kredit) yang diberikan (melalui KUR) sekitar Rp15-20 juta. (Kredit ultra mikro), yang istilahnya tidak bankable, akan diberikan di bawah Rp10 juta. Jadi, nanti tidak hanya pengusaha yang kelas atas, tapi yang betul-betul kecil,” ujarnya.

STEVY WIDIA