Rabu, 25 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Perlu Kebijakan Visioner untuk Membangun Ekosistem Digital Inovatif dan Inklusif bagi Masa Depan Indonesia

17 Juli 2024
in News
Reading Time: 2 mins read
CIPS DigiWeek 2024

Perlu Kebijakan Visioner untuk Membangun Ekosistem Digital Inovatif dan Inklusif bagi Masa Depan Indonesia (Foto: Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia dinobatkan sebagai pemimpin pertumbuhan digital di Asia Tenggara. Kendati begitu, Indonesia memerlukan infrastruktur yang lebih canggih, investasi berkelanjutan, dan kebijakan inovatif untuk sepenuhnya memanfaatkan peluang ekonominya.

Untuk itu, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) berinisiatif menggelar DigiWeek 2024—sebuah wadah bagi para pemangku kepentingan untuk berkumpul dan mengatasi tantangan bersama dalam memajukan lingkungan digital yang inovatif dan inklusif di Indonesia dengan tujuan membentuk lanskap digital di masa depan. Terlebih, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital, yang kini bernilai US$82 miliar.

Prasetya Dwicahya, Co-Founder dan COO Think Policy Indonesia, menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur digital publik seperti identitas digital, pertukaran data, dan pembayaran digital untuk mendorong penciptaan nilai, inklusivitas, dan kepercayaan antar sektor. Ia juga menyoroti urgensi untuk memberikan insentif kepada talenta digital di berbagai sektor.

Baca juga :   Industri Telko Mampu Bangun Ekosistem Digital yang Kuat bagi Keberlangsungan Startup

Selain itu, kebijakan juga harus mempertimbangkan konteks budaya dan sosial-ekonomi yang beragam, dengan menekankan strategi yang cermat untuk mempromosikan adopsi dan kesiapan teknologi. Prasetya kemudian membagikan pengalamannya di Kementerian Kesehatan dalam menerapkan konsep ‘Availability, Accessibility, Acceptability, Quality’ (AAAQ) sebagai indikator utama bagi sebuah organisasi yang ingin menjalankan transformasi digital.

“Konsep AAAQ membutuhkan kerangka kerja regulasi yang kuat untuk mengatur inisiatif digital secara efektif serta peran penting kepercayaan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan, serta legitimasi dari otoritas yang berwenang untuk memastikan bahwa inisiatif digital tersebut dapat diterima dan diimplementasikan dengan baik,” kata Prasetya, dikutip Rabu (17/7/2024).

Melanjutkan hal tersebut, Anton Rizki Sulaiman, CEO Center for Indonesian Policy Studies, menggarisbawahi tantangan perumusan kebijakan di tengah transformasi digital yang pesat. Ia mengadvokasikan pendekatan regulasi kolaboratif antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan dengan merujuk pada regulatory sandboxes dan metodologi test-and-learn sebagai alat esensial untuk menyeimbangkan kepentingan publik dan inovasi.

Baca juga :   LinkAja Gandeng Pemkab Banyuwangi Untuk Digitalisasi Daerah

Di sisi lain, Rosy Widyawati, Plt. Direktur Jasa Keuangan dan BUMN, Kedeputian Ekonomi di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas), menjelaskan, di bawah bimbingan Bappenas, indikator dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengalir ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJPD) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan. Keselarasan ini memastikan pemantauan dan evaluasi tujuan yang konsisten. evaluasi rutin, termasuk tinjauan triwulanan dan setengah tahunan, melacak kemajuan terhadap 45 indikator yang terurai.

Menurut Rosy, tantangan yang masih dihadapi meliputi infrastruktur digital yang tidak merata, kesenjangan keterampilan, risiko keamanan siber, dan kebutuhan akan kebijakan ekosistem digital yang inklusif.

Baca juga :   Dukung Digitalisasi UMKM, Ini Beberapa Upaya Dilakukan Pemerintah

Untuk itu, Rosy menegaskan pentingnya Indikator Kinerja Utama (IKU) di semua lembaga untuk memastikan ketersediaan dan keandalan data, serta mencegah dimasukkannya metrik yang tidak dapat dibuktikan.

“Transformasi ekonomi digital harus melibatkan pengembangan sumber daya manusia digital, peningkatan tata kelola pemerintah melalui sarana digital, dan memastikan stabilitas makroekonomi melalui digitalisasi keuangan,” ujar Rosy.

 

HENNI S.

Tags: Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)DigiWeek 2024ekosistem digital
Previous Post

Kalahkan EVOS Esports, Tim dari Thailand Juara Dunia Esports

Next Post

GMV e-Commerce di Asia Tenggara Naik 15% Jadi US$114,6 Miliar pada Tahun 2023

Related Posts

MDI Ventures Gelar Explorise Pulse 2025, Upaya Bangun Kepercayaan Ekosistem Digital di Indonesia
BizTech

MDI Ventures Gelar Explorise Pulse 2025, Upaya Bangun Kepercayaan Ekosistem Digital di Indonesia

29 November 2025
0
Grup GoTo
AI & Cyber

Didukung Efisiensi dan AI, Pertama Kalinya Laba Operasional Kuartalan GoTo Melampaui Target

30 Oktober 2025
0
Telkom Fokus Jadi Penggerak Ekosistem Digital yang Berdaya Saing Global
News

Telkom Fokus Jadi Penggerak Ekosistem Digital yang Berdaya Saing Global

19 Juni 2025
0
Load More
Next Post
e-commerce

GMV e-Commerce di Asia Tenggara Naik 15% Jadi US$114,6 Miliar pada Tahun 2023

GoTo AI Dira

GoTo Luncurkan Asisten Suara Berbasis AI Dira

Co-Founders of Har Har Chicken!

Har Har Chicken! Memperoleh Pendanaan dari East Ventures

Discussion about this post

Recent Updates

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

25 Februari 2026
AdaKami

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
Mambu

Mambu Perluas Payments Hub ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Pasar Utama

25 Februari 2026
bisnis kost

Ramadan Jadi Periode Performa Terendah Bagi Bisnis Kost

25 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

25 Februari 2026
AdaKami

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
Mambu

Mambu Perluas Payments Hub ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Pasar Utama

25 Februari 2026
bisnis kost

Ramadan Jadi Periode Performa Terendah Bagi Bisnis Kost

25 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version