Presiden Jokowi Buka Pameran Indonesia E-Commerce Summit & Expo 2016

Presiden Jokowi di Pameran Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) 2016 (Foto: Dok. Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Presiden Joko Widodo membuka dan meresmikan penyelenggaraan Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) 2016. Acara bertema “The New Digital Energy of Asia” ini diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang Selatan, 27 – 29 April 2016.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi berharap agar IESE dapat dimanfaatkan oleh petani, nelayan dan masyarakat desa untuk memasarkan produk-produknya dengan dibantu oleh anak-anak muda.

“Indonesia E-Commerce Summit & Expo bisa digunakan untuk membantu saudara-saudara kita petani, nelaya, usaha mikro kecil yang ingin menjual produknya bisa disambungkan dengan aplikasi dengan adanya ide-ide baru dari generasi muda,” ujar Jokowi.

Selain itu, Presiden mengingatkan kepada pelaku usaha industri e-commerce di Indonesia agar siap bersaing dalam kompetisi global. Selain itu, Presiden juga meminta agar masyarakat Indonesia mampu bergerak cepat untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam menghadapi era digital.

Menurut Presiden, industri e-commerce Indonesia masih jauh tertinggal. Terlebih setelah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu. “Era digital ini perubahan sangat cepat sekali. Saya sangat kaget ketika masuk ke Silicon Valley. Begitu masuk saya merasakan kita tertinggal jauh sekali,” ungkapnya.

Sebagai gambaran, target volume bisnis ekonomi digital Indonesia adalah US$ 130 miliar pada tahun 2020. Dan, jantung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia terletak di perkembangan industri e-commerce dan masyarakat Indonesia yang semakin sadar akan teknologi digital.

Di tahun 2014, nilai transaksi e-commerce baru sekitar US$ 12 miliar atau sekitar Rp 150 triliun, dengan 72 juta penduduk Indonesia yang aktif di internet. Angka ini meningkat hampir 50% dibandingkan tahun 2013 dan diperlirakan akan terus meningkat di masa depan. Terlebih lagi jika 250 juta penduduk Indonesia aktif di internet, nilai transaksi bisa meningkat ratusan persen.

 

ANGGIE ADJIE SAPUTRA

Editor : Stevy Widia