Qiscus dan Qlue Dukung Keamanan Asian Games 2018

Qlue, salah satu aplikasi OTT (over the top) lokal. (foto : ilustrasi/Youngsters.id))

youngster.id - Qlue, salah satu pionir Smart City enabler di Indonesia bekerjasama dengan Qiscus menghadirkan QlueWork untuk mendukung keamanan Asian Games 2018.

Dalam Asian Games 2018, setidaknya ada beberapa pihak yang terlibat sebagai pasukan keamanan. Pemerintah sendiri telah menempatkan pasukan gabungan TNI-Polri sebanyak 40.000 personel serta 10.000 personel lagi sebagai pasukan cadangan.

Kompleksnya proses koordinasi dan komunikasi antarpetugas di lapangan maupun petugas di command center menjadi permasalahan yang berusaha dipecahkan QlueWork. QlueWork merupakan salah satu produk dari Qlue Smart City yang ditujukan untuk menangani masalah koordinasi dan komunikasi yang kompleks antara banyak pihak.

“Kami membantu berbagai pihak dalam sistem keamanan yang kompleks untuk saling berkomunikasi dan berkoordinasi dengan memanfaatkan teknologi komunikasi seperti chat, video call, atau bahkan video conference yang didukung teknologi dari Qiscus,” kata Sonny Permana, Product Manager QlueWork dalam siaran persnya, Jumat (24/8/2018) di Jakarta.

Didukung oleh teknologi real-time communication (RTC) dari Qiscus, QlueWork memungkinkan berbagai data dan informasi tersentral ke dalam satu dashboard. Dengan produk ini, operator dapat memantau setiap aktivitas di lapangan dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini memungkinkan seluruh petugas di lapangan berbagi informasi secara terpusat dan real-time yang mana informasi tersebut ditampilkan dalam satu dashboard.

Baca juga :   Layanan Qlue Hadir di Trenggalek

Menurut Sony, produk ini juga dilengkapi dengan sistem pengenal wajah serta kemampuan analisis. Sehingga, informasi yang didapatkan tidak hanya berupa data mentah untuk kepentingan memantau kejadian, namun juga berbagai analisis yang informatif.

“Kami memiliki sebuah fitur yang dapat menganalisis setiap kejadian berdasarkan data behavior. Jadi, apabila ada potensi ancaman dan kejahatan, pihak-pihak terkait dapat melakukan aksi yang segera untuk mencegah kerugian yang besar,” katanya lagi.

STEVY WIDIA