Kamis, 2 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Refeed.id Tawarkan Solusi Jitu Berjualan di Media Sosial

17 September 2018
in News
Reading Time: 2 mins read
Bulan Puasa Tidak Berhasil Menahan Masyarakat untuk “Puasa” Belanja Online

Belanja online sudah menjadi tren di Indonesia. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Platform media sosial telah mencoba mencari cara untuk mewujudkan experience belanja di media sosial selama bertahun-tahun. Sayangnya kurang berhasil. Namun kehadir situs belanja yang memiliki fitur media sosial yang dirancang khusus untuk berbelanja menawarkan solusi untuk masalah itu.

Pada tahun 2010, Levi meluncurkan “Friends Store,” channel berbelanja berbasis di Facebook yang memungkinkan pembeli untuk login lewat Facebook dan memberikan Like atau Share produk-produk Levi. Dalam 5 tahun, clothing brand tersebut mengalami penurunan Like pada produk di toko online nya seperti kebanyakan brand lain yang menggunakan channel seperti ini.

Demikian pula, Twitter telah menguji berbagai cara untuk mengintegrasikan Social Commerce. Meskipun taktik ini biasanya menjadi berita utama, mereka kesulitan memecahkan masalah untuk meyakinkan orang untuk membeli melalui Twitter.

“Salah satu hambatan utama untuk mensosialisasikan cara belanja adalah banyak orang yang enggan mencampur pengalaman berbelanja dengan aktifitas jejaring sosial mereka. Disitu biasanya mereka melihat situs seperti Facebook dan Twitter sebagai alat untuk berkomunikasi dengan teman dari pada tempat untuk berberlanja. Kendala umum lainnya adalah ketidak yakinan pengguna media sosial untuk memasukkan data dalam berbelanja di jejaring sosial,” ungkap Silvia Ratna, CEO Refeed.id melalui siaran pers nya Senin (17/9/2018).

Baca juga :   Pengusaha Tekstil Siap Bertransformasi Digital

Beberapa tahun terakhir juga menurut Silvia telah terlihat munculnya situs belanja yang memiliki fitur sosial seperti, Wanelo, Fancy, Fab.com, Polyvore. Dikarenakan situs-situs tersebut dirancang khusus untuk berbelanja, mereka tidak mengalami hambatan seperti yang disebutkan diatas.

Silvia menilai social commerce biasanya digunakan untuk merujuk pada pengalaman belanja online yang mencakup elemen sosial, seperti menyukai produk atau membeli sesuatu melalui tautan yang di post di Media Sosial. Namun, lanjutnya langkah terbaru dalam evolusi belanja sosial adalah experience yang benar-benar menyeluruh

“Pengguna menemukan dan membeli produk dalam satu platform media sosial yang sama tidak perlu melompat ke situs eksternal. Kelemahannya adalah, bisnis yang terjadi kerap menemui kendala pada proses bisnis yang membuat tidak terjadi skalasi bisnis maupun konversi,” tandas Silvia menambahkan.

Baca juga :   Jelang Ramadan 2024, Pahami Pola Belanja Konsumen dan Optimalkan Bisnis Online

Untuk itu menurut Silvia hadirnya Refeed.id menyelesaikan dalam bentuk lain, menyesuaikan dengan budaya media sosial di Indonesia. “Dengan membuat minishop yang terintegrasi end-to-end dengan konsep Like2Buy, mulai dari mengeksekusi pertumbuhan traffic dari berbagai channel, membangun follower sebagai reseller dengan pembagian komisi ke reseller auto split, payment gateway untuk mempercepat scaleup bisnis di social media sebagai media automation, bahkan sampai pada fitur COD (Cash on Delivery) untuk melakukan penetrasi pasar dengan cepat dan aman. Refeed.id menyatukan konsep end-to-end solution dan Like2Buy dengan fokus membuat bisnis cepat tumbuh besar dengan berbagai fitur otomatisasi,” paparnya.

Solusi bisnis online end-to-end pun tegas Silvia menjadi milik pebisnis online Indonesia di social commerce. Silvia mengklaim bahwa solusi yag ditawarkannya membuat ‘bisnis cepat gede’. Dan, kabar gembira buat Anda bahwa www.refeed.id gratis 1 bulan untuk pendaftaran sebelum 30 September 2018. Otomasi ini bekerja sama dengan iPaymu.com sebagai payment processor ecommerce yang cukup memahami skalasi bisnis online atau ecommerce terbaik di Indonesia.

Baca juga :   J&T Youngpreneur Digelar di 10 Kota, Jaring Mahasiswa Berbisnis Online

Selanjutnya, komitmen Refeed untuk penggunanya adalah dengan menggratiskan omnichannel yang dimilikinya ke marketplace Lokal dan Global. Dengan tagline Bisnis Cepat Gede! Memungkinkan semua product terlisting di Jumia, Alibaba, Amazon, Etsy dan marketplace local.

FAHRUL ANWAR

Tags: bisnis onlineRefeed.id
Previous Post

Go-Food Festival GBK Kolaborasikan Kuliner dan Hiburan

Next Post

Layanan Path Hanya Sampai 18 Oktober 2018

Related Posts

SIRCLO - Bisnis Online
Headline

Jelang Ramadan 2024, Pahami Pola Belanja Konsumen dan Optimalkan Bisnis Online

20 Februari 2024
0
bisnis online
Headline

Ini Solusi Meningkatkan Penjualan Bisnis Online di 2024

12 Desember 2023
0
Tokopedia HUT14
Headline

Tokopedia Kini Punya Lebih 14 Juta Penjual dan 1,8 Miliar Produk Lokal

7 Agustus 2023
0
Load More
Next Post
Layanan Path Hanya Sampai 18 Oktober 2018

Layanan Path Hanya Sampai 18 Oktober 2018

Prancis Hadirkan L’Academie, Sekolah Coding Gratis di Indonesia

Prancis Hadirkan L’Academie, Sekolah Coding Gratis di Indonesia

XL Axiata Gelar Hackathon untuk IoT

XL Axiata Gelar Hackathon untuk IoT

Discussion about this post

Recent Updates

Agentic AI

Saviynt Luncurkan Identity Security for AI, Solusi Atasi Risiko Tersembunyi Agen AI

1 April 2026
TBS Energi Utama x Bank DBS Indonesia

Dukung Dekarbonisasi, Bank DBS Kucurkan Investasi ke TBS Energi Utama untuk Target Net Zero 2030

1 April 2026
Genera-Z Berbakti

BCA Buka Call for Proposal Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa KKN di Desa Wisata

1 April 2026
Geotab Sustainability Report 2025

Geotab: Atasi Lonjakan Harga BBM, Perusahaan Global Adopsi Strategi Data Kendaraan Terhubung

1 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Agentic AI

Saviynt Luncurkan Identity Security for AI, Solusi Atasi Risiko Tersembunyi Agen AI

1 April 2026
TBS Energi Utama x Bank DBS Indonesia

Dukung Dekarbonisasi, Bank DBS Kucurkan Investasi ke TBS Energi Utama untuk Target Net Zero 2030

1 April 2026
Genera-Z Berbakti

BCA Buka Call for Proposal Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa KKN di Desa Wisata

1 April 2026
Geotab Sustainability Report 2025

Geotab: Atasi Lonjakan Harga BBM, Perusahaan Global Adopsi Strategi Data Kendaraan Terhubung

1 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version