Standard Chartered Indonesia Gelar Kesehatan Mata di YPAC

Program Seeing is Believing ke-15 di YPAC Jakarta. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Standard Chartered Bank Indonesia (SC) menggelar program volunteering (relawan) bertajuk “Seing Is Believing” (SIB). Melalui program ini jajaran direksi terjun langsung untuk memeriksa dan memberikan akses kesehatan mata bagi 20 anak disabilitas dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta.

Rino Donosepoetro, CEO Standard Chartered Bank Indonesia menuturkan, kegiatan SiB merupakan program lanjutan di bidang kesehatan untuk membantu menurunkan angka kebutaan yang dapat dicegah. Program ini telah menjangkau sedikitnya 2.300 anak dari sekolah berkebutuhan khusus telah menerima layanan pemeriksaan screening dan 1.302 anak telah menerima layanan penanganan penglihatan mata yang berkurang low vision service.

“Di kesempatan ini sekaligus memasuki tahun penyelenggaraan program Seeing is Believing ke-15, di sini kami berbagi momen kebahagiaan ini dengan terjun langsung memeriksa kesehatan mata bagi adik-adik di YPAC Jakarta sekaligus memberikan akses penanganannya bagi yang membutuhkan,“ ujar Rino pada Kamis (13/9/2018) di YPAC Jakarta.

Menurut dia, kegiatan SiB ini menjadi salah satu program unggulan Sustainability bagi Bank SC. “Intinya, kegiatan ini lebih daripada kepada kegiatan CSR lain yang biasa dilakukan oleh karyawan Standart Chatered Indonesia karena ini global inisiatif dari kami,” kata Rino lagi.

Baca juga :   Jakarta Raih Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Terbaik 2016

Data WHO memperkirakan bahwa terdapat 285 juta orang dengan gangguan penglihatan di seluruh dunia pada tahun 2010, termasuk kebutaan dan berkurangnya kemampuan penglihatan dimana hampir 19 juta adalah anak-anak berusia 0-14 tahun.

“Jadi penyebab paling umum dari gangguan meta yang dapat dicegah adalah Uncorected Refractive Erros (URE) dengan porsi cukup besar yaitu 42%. Melihat fakta ini, kami berbahagia dapat menjadi bagian dari upaya Standard Chartered yang memiliki perhatian khusus terhadap penurunan angka kebutaan yang dapat dicegah melalui program SiB,” ungkap Dr Satyaprabha Kotha, selaku Regional Advisor Eye Health, Helen Keller International pada kesempatan yang sama.

Proyek SiB diimplementasi Bank SC dengan dana dikeluarkan sebesar US$ 5 juta kurun waktu 2015-2020. Bank ini bekerjasama dengan International Agency for the Prevention of Blindness (lAPB), dimana proyek dijalankan oleh NGO lnternasional seperti: Helen Keller International (HKI) Indonesia, Fred Hollows, CBM dan Orbis. Selain itu, program ini juga dibantu oleh PERDAMI dan LSM lokal lainnya termasuk dalam rangkaian dukungan Bank terhadap Hari Penglihatan Sedunia 2018 yang diperingati di bulan Oktober mendatang.

Baca juga :   Orang Muda Rentan Jadi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

 

FAHRUL ANWAR