CBI Luncurkan Portal Andalan UMKM untuk Percepat Akses Pembiayaan 57 Juta Pelaku Usaha

CBI Andalan UMKM

CBI Luncurkan Portal Andalan UMKM untuk Percepat Akses Pembiayaan 57 Juta Pelaku Usaha (Foto: Istimewa)

youngster.id - Biro kredit swasta PT Credit Bureau Indonesia (CBI) meluncurkan Andalan UMKM. Portal khusus ini dirancang secara strategis untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan yang selama ini dihadapi oleh sekitar 57 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Credit Bureau Indonesia, Anton Adiwibowo, menjelaskan bahwa kehadiran Andalan UMKM merupakan jawaban atas identifikasi hambatan utama dalam akses modal kerja, di mana banyak pemilik usaha kecil belum memahami kebutuhan dokumen lembaga keuangan.

Menurut Anton, selama lima tahun terakhir CBI telah fokus membangun infrastruktur data untuk menghubungkan UMKM ke pembiayaan formal. Namun, ia menekankan bahwa keberadaan data saja tidaklah cukup jika tidak disertai pemahaman dari pemilik bisnis itu sendiri.

“Masalahnya hampir selalu soal persiapan, bukan potensi. Portal ini memberikan lensa bagi usaha kecil ke dalam sistem kredit dengan bahasa yang mudah dipahami,” tegas Anton, Senin (4/5/2026).

Berdasarkan temuan CBI, mayoritas pengajuan pinjaman ditolak bukan karena minimnya potensi bisnis, melainkan akibat ketidaksiapan dokumen, kurangnya visibilitas terhadap profil kredit mandiri, serta minimnya pemahaman mengenai aspek-aspek penilaian yang krusial bagi pihak perbankan.

Melalui portal ini, pengusaha UMKM dapat memahami profil bisnis mereka dari perspektif lembaga keuangan dengan bahasa yang lebih sederhana melalui fitur daftar periksa kesiapan dokumen, asesmen profil mandiri, hingga rencana perbaikan peringkat kredit.

Asisten Pengembangan Kapasitas Usaha Kecil Kementerian UMKM, Rhenaldy Purnomo, mengungkapkan bahwa tantangan akses pembiayaan masih sangat besar bagi sektor ini.

Menurutnya, UMKM Indonesia menghadapi tantangan besar dalam akses pembiayaan. Berdasarkan data OJK, sebanyak 69,5% UMKM belum mampu mengakses kredit perbankan, antara lain karena keterbatasan agunan, histori kredit, serta dokumentasi usaha yang belum memadai. Oleh karena itu, penguatan profil usaha, pencatatan keuangan, dan kredibilitas menjadi kunci.

“Kehadiran Andalan UMKM menjadi langkah strategis untuk membantu pelaku usaha membangun kesiapan finansial dan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan,” ujar Rhenaldy.

Dengan portal ini, tahap verifikasi dokumen seperti KYC dan KYB dapat dilakukan lebih awal, sehingga peluang persetujuan pinjaman meningkat secara signifikan.

Peluncuran Andalan UMKM ini juga menandai kelanjutan kolaborasi antara CBI dengan Kementerian UMKM yang telah terjalin secara formal sejak Juni 2025. Perjanjian tersebut menetapkan CBI SME Bureau sebagai platform nasional untuk mengekspos kredibilitas bisnis UMKM dan memperluas jangkauan ekosistem pembiayaan formal di tanah air.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version