Dorong Inovasi Edge AI, Qualcomm Umumkan 15 Startup Terpilih di QAIPI 2026

Qualcomm QAIPI 2026

Dorong Inovasi Edge AI, Qualcomm Umumkan 15 Startup Terpilih di QAIPI 2026 (Foto: Istimewa)

youngster.id - Perusahaan teknologi global, Qualcomm Technologies, Inc., mengumumkan 15 startup yang berhasil lolos untuk melaju ke tahap berikutnya dalam ajang Qualcomm AI Program for Innovators (QAIPI) 2026. Rangkaian startup terpilih yang mewakili Jepang, Singapura, dan Korea Selatan ini dinilai sukses mengembangkan solusi kecerdasan buatan (AI) generasi berikutnya guna menjawab berbagai tantangan nyata di berbagai sektor industri.

Melalui program QAIPI 2026, Qualcomm memberdayakan para pelaku startup di kawasan Asia-Pasifik untuk mengembangkan solusi edge AI yang dapat ditingkatkan (scalable) menggunakan platform canggih besutan Qualcomm. Seluruh tim yang lolos akan segera memasuki Fase Mentorship intensif dan berkesempatan memamerkan inovasi teknologi mereka pada ajang Demo Day yang dijadwalkan pada akhir tahun ini.

Ke-15 tim yang terpilih tersebut tengah mengembangkan solusi AI di berbagai bidang strategis, meliputi kedirgantaraan (aerospace), pertanian, pesawat tanpa awak (drones), layanan kesehatan, robotika, infrastruktur pintar, hingga industri cerdas. Fokus kategori ini merefleksikan tingginya permintaan pasar global terhadap teknologi AI yang hemat daya dan berjalan secara real-time di tingkat edge, serta sistem AI fisik yang menghubungkan komputasi cerdas dengan lingkungan dunia nyata.

Selama mengikuti program, para peserta akan mendapatkan akses ke berbagai alat pengembangan tingkat lanjut. Fasilitas tersebut mencakup platform Qualcomm Dragonwing dan Snapdragon, papan pengembangan baru Arduino UNO Q, serta pemanfaatan Qualcomm AI Hub, sumber daya teknis, pelatihan, hingga pendampingan terstruktur untuk membangun pemanfaatan AI ujung-ke-ujung (end-to-end) yang optimal di sektor seluler, komputasi, dan IoT.

Selama enam bulan ke depan dalam Fase Mentorship, Qualcomm Technologies akan memberikan dukungan yang dipersonalisasi untuk mematangkan produk startup melalui berbagai fasilitas eksklusif. Langkah ini diawali dengan penyediaan sesi mentorship 1:1 bersama para pakar yang ahli di bidangnya langsung dari Qualcomm. Selain bimbingan teknis, para peserta juga akan mendapatkan akses penuh ke platform pengembangan perangkat keras berbasis produk-produk Qualcomm Technologies maupun afiliasinya.

Tidak hanya itu, Qualcomm turut memberikan sokongan finansial berupa dukungan dana pengembangan produk hingga mencapai US$2.500 atau sekitar Rp41 juta. Untuk melindungi inovasi yang diciptakan, para pelaku startup ini juga berhak mendapatkan insentif pengajuan paten hingga setara dengan US$5.000 atau berkisar Rp82 juta.

Bagi startup yang sukses menyelesaikan seluruh rangkaian program, Qualcomm akan mengucurkan hibah (grant) tambahan hingga sebesar US$10.000 (sekitar Rp164 juta). Program ini nantinya akan mencapai puncaknya pada perhelatan Demo Day di kuartal keempat (Q4) tahun 2026, di mana para peserta dapat mempresentasikan solusi AI mereka di hadapan para pemimpin industri, integrator sistem, dan investor global.

Senior Vice President & President Qualcomm APAC, O.H. Kwon, menyatakan bahwa tahun 2026 merupakan tahunnya agen AI (AI agents) yang didorong oleh lingkungan komputasi yang sangat terhubung dan terdistribusi.

“Pengalaman berbasis agen ini mewujudkan pergeseran menuju apa yang Qualcomm definisikan sebagai kontinuitas komputasi terpadu (unified compute continuum). Melalui QAIPI, Qualcomm bertujuan membantu perusahaan-perusahaan ini mempercepat jalur dari pengembangan teknologi menuju komersialisasi, sekaligus memperkuat ekosistem startup di seluruh APAC,” jelas Kwon, Selasa (23/6/2026).

Menambahkan hal tersebut, Sudeepto Roy selaku Vice President of Engineering Qualcomm Incorporated sekaligus Lead Qualcomm’s Global Ecosystem Development Program, menyoroti lompatan besar kualitas peserta tahun ini yang disaring ketat dari ratusan pendaftar.

“Di tahun kedua QAIPI di Jepang, Singapura, dan Korea Selatan, kami melihat AI bergerak tegas dari sekadar prototipe menjadi infrastruktur yang siap diterapkan. Qualcomm bangga dapat menyediakan mentorship bebas ekuitas (equity-free), platform canggih, panduan produk, serta insentif paten yang membantu tim-tim ini mengubah prototipe menjanjikan menjadi produk yang terlindungi dan dapat diskalakan,” pungkas Roy.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version