Startup Klook Menambah Daftar Unicorn di Asia

Tim Klook (ki-ka) David Liu, Chief Product Officer; Bernie Xiong, Chief Technology Officer and Co-Founder; Anita Ngai, Chief Revenue Officer; Eric Gnock Fah, Chief Operating Officer and Co-Founder; Ethan Lin, Chief Executive Officer and Co-Founder (Foto: Klook/youngster.id)

youngster.id - Startup travel asal Hong Kong bernama Klook mengumumkan telah mendapat pendanaan Seri D sebesar US$ 200 juta (sekitar Rp 2,8 triliun). Investasi tersebut membuat mereka masuk daftar startup Unicorn di Asia.

Pendaaan ini diterima Klook dari Sequoia China, Matrix Partners, Goldman Sachs, Boyu Capital, TCV, dan OurCrowd. Meski tidak menyebutkan angka pasti, Klook menyatakan pendanaan ini telah meningkatkan valuasi mereka menjadi lebih dari US$1 miliar (sekitar Rp14 triliun), menjadikan mereka startup Unicorn terbaru dari Asia.

Klook sendiri merupakan startup travel yang didirikan Eric Gnock Fah pada tahun 2014. Kabarnya, mereka berencana menggunakan dana tersebut untuk mempercepat ekspansi ke Amerika Serikat dan Eropa. Pendanaan ini juga membawa total modal yang mereka terima hingga saat ini mencapai US$ 300 juta (sekitar Rp 4,3 triliun).

Klook telah mempunyai kantor di berbagai kota di Asia Tenggara, mulai dari Jakarta, Singapura, Bangkok, Ho Chi Minh City, Manila, dan Kuala Lumpur.

Baca juga :   FC dan Alipay Hadirkan Program 10x1.000 Tech for Inclusion

Pengembangan teknologi mereka terpusat di Shenzhen. Namun mereka juga berencana mencari lokasi baru di Asia.

Startup ini juga fokus pada bisnis wisata lain, seperti pemesanan aktivitas wisata, skydiving, hingga penjualan tiket masuk tempat wisata. Saat ini, telah ada 50.000 aktivitas tur dan layanan wisata di 200 negara yang bisa kamu pesan di situs Klook.

Di Asia Tenggara sendiri, Klook harus bersaing dengan Traveloka, startup Unicorn asal Indonesia dan KKday, startup asal Taiwan yang juga memiliki layanan pemesanan aktivitas wisata.

 

STEVY WIDIA