Minggu, 15 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Startup Open Finance Finantier Raih Pendanaan Baru

23 November 2020
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Startup Open Finance Finantier Raih Pendanaan Baru

Diego Rojas, CEO Finantier dan Keng Low, CPO Finantier. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Finantier, startup Open Finance yang berbasis di Indonesia mendapatkan pendanaan pre-seed yang dipimpin oleh East Ventures dengan partisipasi dari AC Ventures, Genesia Ventures, dan investor-investor lainnya.

“Open Finance adalah sebuah kerangka yang dibangun di atas prinsip-prinsip Open Banking yang memberikan konsumen keleluasaan unttuk mengakses data mereka dengan aman dan menggunakannya dengan optimal di berbagai platform,” kata Diego Rojas, CEO dan co-Founder Finantier dalam keterangan resmi, Senin (23/11/2020).

Startup yang saat ini beroperasi di Singapura dan Indonesia ini berencana menggunakan dana investasi untuk merekrut anggota tim dan mengakselerasi pengembangan teknologi.  Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, Finantier berencana untuk melebarkan sayap ke negara berkembang lain di Asia Tenggara dengan menawarkan solusi yang spesifik untuk tiap wilayah.

Baca juga :   BukuWarung Himpun Pendanaan Baru dari Pemodal Ventura Silicon Valley

Willson Cuaca, Co-founder and Managing Partner East Ventures mengatakan bahwa Finantier akan membantu memenuhi kebutuhan sekitar 139 juta orang di Indonesia yang masih belum bisa keluar dari kategori unbanked dan underbanked.

Berdasarkan East Ventures Digital Competitiveness Index 2020, kesenjangan terbesar dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia berada dalam kategori inklusi keuangan. Laporan tersebut menunjukkan jurang perbedaan yang lebar antara penduduk di Jawa dan pulau lainnya dalam hal akses ke layanan keuangan, nilai pinjaman melalui fintech, dan transaksi pembayaran digital.

“Kesetaraan akses ke layanan finansial akan menciptakan dampak berganda (multiplier effects) bagi perekonomian Indonesia. Saat ini, ratusan perusahaan fintech bermunculan dan menawarkan solusi masing-masing untuk meningkatkan inklusi keuangan. Kami percaya bahwa Finantier akan membantu perusahaan-perusahaan tersebut menciptakan lebih banyak produk dan layanan ke jutaan penduduk Indonesia yang masih belum bisa menikmati keuntungan akses finansial,” kata Willson.

Baca juga :   Luar Biasa, IPO Fore Coffee Menarik 114.873 Investor Baru dan Oversubscribe 200,63 kali

Finantier didirikan oleh Diego bersama Keng Low, dan Edwin Kusuma pada pertengahan tahun ini. Startup ini menawarkan Application Programming Interface (API) dan infrastruktur untuk mendukung pengembangan beragam produk fintech.

“Kami memanfaatkan jejak digital konsumen dan bisnis untuk memberikan mereka akses yang aman di Asia Tenggara ke layanan finansial yang disesuaikan dengan kebutuhan, yang kemudian turut membantu meningkatkan kesejahteraan finansial konsumen,” tambah Keng Low, CPO Finantier.

Dalam beberapa kesempatan, Bank Indonesia mendorong institusi keuangan untuk berkolaborasi dengan perusahaan fintech untuk menyertakan lebih banyak UMKM ke dalam perekonomian digital Indonesia. Pada pertengahan 2020, telah ada lebih dari 450 perusahaan fintech berizin yang beroperasi di Indonesia. Sebanyak 40% dari perusahaan-perusahaan tersebut adalah perusahaan P2P lending.

“Perusahaan P2P lending  seringkali kesulitan dalam menyalurkan pinjaman ke individu dan UMKM. Biasanya, hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi atau karena perusahaan fintech tidak bisa mendapatkan gambaran finansial yang komplet dari calon peminjam, padahal data tersebut dibutuhkan untuk mengurangi risiko pinjaman dan menekan biaya,” kata Edwin Kusuma, COO Finantier yang berpengalaman mengelola perusahaan P2P lending.

 

Baca juga :   Solusi IoT Antares Bantu Proses Produksi Garudafood

STEVY WIDIA

Tags: AC VenturesEast VenturesFinantierGenesia Venturesstartup oper finance
Previous Post

DANA Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM Di Daerah Pariwisata

Next Post

Tanihub Gandeng Kemenkop Untuk Wujudkan Digitalisasi dan Korporatisasi Pertanian

Related Posts

Startup Travel AI SPUN
STARTUP

Startup Travel AI SPUN Raih Pendanaan Awal US$1,8 Juta untuk Ekspansi Asia Tenggara

19 Januari 2026
0
Ini Tiga Model Ekonomi Kreatif Yang Bakal Tren di 2025
STARTUP

Sinergi Hexahelix Jadi Penguat Ekosistem Creative Tech Nasional

12 Januari 2026
0
Videotto
STARTUP

East Ventures Beri Pendanaan Tahap Awal ke Startup Singapura Videotto

29 Oktober 2025
0
Load More
Next Post
Tanihub Gandeng Kemenkop Untuk Wujudkan Digitalisasi dan Korporatisasi Pertanian

Tanihub Gandeng Kemenkop Untuk Wujudkan Digitalisasi dan Korporatisasi Pertanian

GoFood Gandeng Asisten Google Untuk Pelanggan Berkuliner Cepat

Gojek Jadi Juara di UN Women 2020 Asia-Pacific WEP

Inovasi Daun Salam Jadi Krim Luka Bakar Herbal

Inovasi Daun Salam Jadi Krim Luka Bakar Herbal

Discussion about this post

Recent Updates

Bank Saqu

Perkuat Basis Nasabah, Bank Saqu Bangun Engagement Lewat Komunitas Lari dan Sepeda

14 Februari 2026
Fast Charging Station Dharma Polimetal

Dukung Transisi Energi, Dharma Polimetal Kembangkan Fast Charging Station Lokal

14 Februari 2026
Sisternet

Sisternet Jadi Ekosistem Pendukung Pemberdayaan Perempuan

14 Februari 2026
Indomie

Pikat Gen Z, Indomie Hadirkan Inovasi Berdasarkan Tren Kuliner Lokal Yang Viral

14 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Bank Saqu

Perkuat Basis Nasabah, Bank Saqu Bangun Engagement Lewat Komunitas Lari dan Sepeda

14 Februari 2026
Fast Charging Station Dharma Polimetal

Dukung Transisi Energi, Dharma Polimetal Kembangkan Fast Charging Station Lokal

14 Februari 2026
Sisternet

Sisternet Jadi Ekosistem Pendukung Pemberdayaan Perempuan

14 Februari 2026
Indomie

Pikat Gen Z, Indomie Hadirkan Inovasi Berdasarkan Tren Kuliner Lokal Yang Viral

14 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version