youngster.id - Setelah mengakuisi mayoritas saham Skye Sab Indonesia pada Desember 2025, startup fintech Airwallex kembali melakukan akuisisi. Kali ini Airwallex mengakuisisi Paynuri Co. Ltd., perusahaan pemegang lisensi Payment Gateway, Prepaid Electronic Payment Instrument, serta registrasi bisnis valuta asing di Korea Selatan.
General Manager APAC Airwallex, Arnold Chan, mengatakan bahwa akuisisi ini menjadi tonggak penting dalam perluasan jangkauan global perusahaan.
“Pertumbuhan pesat sektor e-commerce, kreatif, dan hiburan Korea Selatan membuka peluang besar bagi bisnis lokal untuk bersaing di pasar internasional,” ungkap Chan, seperti dilansir TN Global, Kamis (22/1/2026).
Didorong oleh gelombang global “K-wave”, permintaan dunia terhadap produk hiburan dan konsumen asal Korea diproyeksikan mencapai US$198 miliar pada 2030. Airwallex menilai kondisi ini membutuhkan dukungan infrastruktur keuangan yang efisien agar pelaku usaha Korea mampu memanfaatkan peluang pertumbuhan global tersebut.
Melalui akuisisi ini, Airwallex memperoleh izin penting untuk memperluas layanannya di Korea Selatan sekaligus membantu perusahaan Korea berekspansi lintas negara dan mendukung bisnis global beroperasi lebih efisien di pasar ekonomi Korea yang dinamis.
Sementara itu, perusahaan di Korea Selatan akan mendapatkan akses ke platform terpadu untuk mengelola operasi keuangan lintas pasar dan mata uang. Layanan tersebut mencakup akun bisnis global multimata uang untuk perbankan internasional, konversi valuta asing, dan transfer lintas negara; solusi pembayaran online dan offline dengan dukungan kartu serta lebih dari 160 metode pembayaran lokal; serta pengelolaan pengeluaran perusahaan, termasuk kartu korporasi dan karyawan multimata uang, manajemen biaya, dan pembayaran tagihan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Presiden dan CEO Invest Seoul, Lee Jihyung, menyatakan bahwa masuknya Airwallex akan memperkuat ekosistem operasional keuangan bagi perusahaan Korea maupun global.
“Invest Seoul berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Airwallex guna mempercepat transformasi digital dan mendukung perusahaan global yang ingin beroperasi di Seoul,” kata Jihyung.
Airwallex menargetkan peluncuran awal produk akun bisnis global dan layanan payment acquiring di Korea Selatan pasca-akuisisi, dengan peluncuran produk lanjutan dijadwalkan pada 2026.
Airwallex juga berencana memperluas operasional lokalnya di Korea Selatan dengan merekrut tenaga profesional lintas fungsi, menargetkan jumlah karyawan mencapai 20 orang pada akhir 2026.
Akuisisi ini dilakukan tak lama setelah Airwallex menuntaskan pendanaan Seri G yang menilai perusahaan sebesar US$8 miliar, naik 30% dibandingkan putaran sebelumnya. Dana tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur keuangan berlisensi dan aman di pasar strategis, termasuk Korea Selatan.
Dengan akuisisi ini, Airwallex memperluas kehadirannya di Asia, melengkapi operasi yang sudah berjalan di Jepang, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam.
Di kawasan Asia Pasifik, Airwallex mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 85% secara tahunan dan peningkatan volume transaksi sebesar 71% pada 2025. Secara global, perusahaan membukukan pendapatan tahunan sebesar US$1,2 miliar dan volume transaksi tahunan mencapai US$260 miliar sepanjang 2025. (*AMBS)
