youngster.id - Startup platform data trust dan konteks untuk AI enterprise, Decube, mengumumkan berhasil meraih pendanaan sebesar US$3 juta dalam putaran pendanaan terbarunya. Pendanaan ini dipimpin oleh Taiwania Hive Ventures, dengan partisipasi dari Iterative dan 500 Global.
Founder dan CEO Decube, Jatin Solanki, mengatakan pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan global Decube, pengembangan produk, serta mempercepat ekspansi di kawasan Asia Pasifik (APAC). Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan dalam mengoperasionalkan kecerdasan buatan (AI) berbasis data yang dapat dipercaya.
Menurutnya, banyak perusahaan berlomba mengadopsi AI, namun belum memiliki fondasi konteks data yang kuat.
“Perusahaan tidak bisa menskalakan AI tanpa lapisan konteks data yang tepercaya. Pendanaan ini memvalidasi kebutuhan pasar dan memungkinkan kami mempercepat ekspansi di APAC serta membantu klien mengubah data tepercaya menjadi AI yang siap produksi, bukan sekadar eksperimen,” ujar Solanki, Jum’at (30/1/2026).
Decube mengembangkan apa yang disebut sebagai context layer untuk data, yaitu lapisan yang menghubungkan sistem data mentah dengan penggunaan AI dan analitik. Platform ini memungkinkan perusahaan memahami makna data, asal-usulnya, bagaimana data berubah, serta apakah data tersebut layak dipercaya.
Dalam praktiknya, Decube menyediakan informasi penting seperti data lineage, kepemilikan data, kualitas data, dan kebijakan penggunaan, tanpa bergantung pada dokumentasi manual atau alat yang terpisah-pisah. Pendekatan ini membantu perusahaan mengubah inisiatif AI dari tahap eksperimen menjadi penggunaan produksi secara lebih aman dan terukur.
Dengan pendanaan ini, Decube akan memperkuat kemampuan produk, menjalin kemitraan regional, serta memperluas implementasi di perusahaan-perusahaan besar yang tengah memodernisasi sistem datanya untuk kebutuhan AI berskala besar.
Platform Decube membantu perusahaan keluar dari pengelolaan metadata yang terfragmentasi, spreadsheet, dan pengetahuan informal (tribal knowledge) dengan menyatukan pemahaman data dalam satu sistem terintegrasi. Hal ini memungkinkan organisasi untuk mengetahui asal data, menetapkan tanggung jawab kepemilikan data, menilai keandalan data secara berkelanjutan, serta menyediakan input yang dapat dijelaskan untuk analitik dan AI.
Co-Founder dan Managing Partner Taiwania Hive Ventures, Yan Lee, menyatakan pihaknya tertarik pada Decube karena kejelasan masalah yang diselesaikan dan kekuatan tim pengembangnya.
“Ketika adopsi AI bergerak dari tahap uji coba ke sistem inti perusahaan, fondasi data yang siap produksi menjadi kebutuhan mutlak. Decube membangun platform yang berpotensi menjadi standar baru, terutama di industri yang teregulasi,” ujar Yan Lee.
Saat ini, Decube telah digunakan oleh perusahaan di sektor-sektor dengan regulasi ketat seperti perbankan, lembaga keuangan, telekomunikasi, dan korporasi global. Di Indonesia, Superbank yang baru melantai di bursa memanfaatkan Decube sebagai bagian dari fondasi AI untuk memastikan data yang digunakan dalam analitik dan AI terkelola dengan baik, dapat ditelusuri, dan siap digunakan secara operasional.
Perkembangan ini mencerminkan pergeseran strategi para Chief Data Officer (CDO), dari sekadar inisiatif tata kelola data yang terpisah menuju sistem data trust yang terintegrasi langsung dalam alur kerja data perusahaan. (*AMBS)
