TCash Siap Jadi Jalur Penjualan Produk Operator Lain

(ki-ka) Herman Suharto, Head of TCASH Lifestyle; Caca Tengker, Key Opinion Leader; Helena, Pemilik Woke Coffee Bintaro; dan Danu Wicaksana CEO T-cash. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - T-Cash mulai mengembangkan bisnis dan siap menjadi channel penjualan produk milik operator lain. Melalui sistem yang dinamakan agnostik tersebut, TCASH Wallet bakal menjadi channel penjualan bagi produk-produk yang dimiliki oleh operator terkait. Hingga saat ini, proses pembahasan sudah sampai di tangan regulator.

Danu Wicaksana, CEO T-Cash mengatakan, banyak masyarakat yang sebetulnya bisa menjadi target market dari TCash. “Tetapi kalau kita hanya batasi untuk Telkomsel, kesannya itu seakan-akan eksklusif,” ungkap Danu belum lama ini.

Hal inilah yang kemudian membuat TCash memutuskan untuk menjual produk-produk milik operator lain dalam platform-nya agar TCash bisa digunakan tidak hanya untuk pelanggan Telkomsel.

Menurut Danu, pihaknya sudah menyampaikan rencana tersebut ke regulator sejak bulan lalu dan saat ini sedang menunggu persetujuan dari Bank Indonesia. “Biasanya dalam 45 hari kerja. Semoga bisa minggu ini atau minggu depan. Jadi akan segera keluar karena tujuannya baik, supaya masyarakat Indonesia bisa menikmati layanan T-Cash,” ungkap Danu.

Baca juga :   BNI Gandeng Lebih Dari 160.000 UMKM

Danu mengatakan, untuk mendapatkan produk tersebut, pihaknya bisa memperolehnya dari operator maupun diler yang ditunjuk oleh si operator. Hingga kini, TCash Wallet sudah mendapat suplai produk dari operator yang bersangkutan, tinggal menunggu persetujuan dari Bank Indonesia.

“Kami masih tahap pengembangan. Selain itu kita juga menambah ekosistem, menambah use case yang terus menerus,” katanya. Dia menegaskan, melalui aplikasi TCash Wallet, perusahaan bisa merekam data pelanggan dan memantau kebutuhan mereka. Dengan begitu, perusahaan yang merupakan bagian dari Telkomsel tersebut bisa fokus melakukan pengembangan ekosistem dan peningkatan jumlah pengguna.

STEVY WIDIA