Kamis, 24 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

Agoda: Developer Asia Tenggara dan India Mulai Beralih ke AI Agent Otonom

24 September 2026
in Technology
Reading Time: 3 mins read
Agoda Developer AI Agent Otonom

Agoda: Developer Asia Tenggara dan India Mulai Beralih ke AI Agent Otonom (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Platform perjalanan digital Agoda merilis laporan Agoda AI Developer Report 2026 yang mengungkapkan perubahan signifikan dalam adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence) di kalangan pengembang perangkat lunak (software developer) di Asia Tenggara dan India. Laporan ini mencatat bahwa para developer kini bertransisi pesat dari sekadar menggunakan asisten AI untuk tugas individu menjadi mengimplementasikan AI agent otonom di seluruh siklus pengembangan perangkat lunak.

Berdasarkan survei terhadap komunitas developer di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan India, studi ini meneliti peluang, efisiensi biaya, hingga tantangan akuntabilitas manusia dalam fase perkembangan AI berikutnya.

Efisiensi Produktivitas Meningkat, Validasi Manusia Tetap Vital

Laporan Agoda menunjukkan peningkatan produktivitas yang drastis. Lebih dari separuh developer (55%) kini mampu menghemat setidaknya tujuh jam kerja per minggu berkat AI, melonjak signifikan dibandingkan angka 18% pada tahun 2025. Kualitas kode yang dihasilkan AI juga makin membaik, di mana 62% responden menyatakan kode hasil AI dapat langsung digunakan tanpa perubahan besar.

Meski AI makin sering dimanfaatkan untuk code review, arsitektur, debugging, hingga dokumentasi, kontrol manusia tetap menjadi faktor krusial. Sebanyak 86% responden menegaskan selalu atau sebagian besar waktu tetap melakukan peninjauan dan validasi manual terhadap keluaran dari AI.

Adopsi AI Agent dan Isu Biaya Operasional

Sebanyak 53% responden mengonfirmasi bahwa AI agent telah diimplementasikan dalam alur kerja produksi pilihan maupun secara luas di organisasi mereka. Namun, baru 38% yang menilai codebase mereka siap sepenuhnya untuk sistem agen yang berjalan otonom secara total.

Faktor biaya menjadi hambatan utama dalam adopsi AI agent berskala besar (28%), mengungguli kompleksitas integrasi (24%) dan ketiadaan tata kelola (19%). Laporan menemukan bahwa biaya AI mencakup beban kerja untuk merancang, mengintegrasikan, menguji, hingga memvalidasi agen. Dampaknya, empat dari lima developer saat ini bekerja di bawah batasan penggunaan AI, seperti kuota token maupun pembatasan anggaran.

Otonomi AI dan Perubahan Peran Developer

Mengenai tingkat otonomi, developer cenderung terbuka memberikan kebebasan pada AI agent untuk tugas berrisiko rendah seperti dokumentasi. Namun untuk tahap production deployment, kebutuhan akan pengawasan manusia tetap dominan, di mana 79% organisasi mewajibkan persetujuan manual.

Chief Technology Officer (CTO) Agoda, Idan Zalzberg, menyoroti bagaimana kecerdasan buatan mengubah landasan lanskap pengembangan perangkat lunak di kawasan regional.

“Apa yang dimulai sebagai cara untuk mempercepat tugas individu kini menjadi perubahan yang lebih luas dalam cara perangkat lunak dibangun. Namun, kapabilitas yang lebih besar membawa tanggung jawab baru. Biaya sesungguhnya bukan sekadar panggilan model (model call), melainkan kerja keras untuk memastikan AI dapat dipercaya di tahap produksi. Organisasi yang akan unggul adalah mereka yang mengelola biaya dengan cermat, membangun koridor keamanan yang tepat, serta mempertahankan pertimbangan manusia pada aspek yang paling penting,” ujar Idan, Kamis (24/9/2026).

Transisi ini juga memicu dinamika karir. Keterampilan baru seperti arsitektur sistem, literasi AI, dan agent orchestration kini menjadi kebutuhan mendasar. Sebanyak 49% developer tingkat junior merasa kurang pasti terhadap prospek karir masa depan mereka, berbanding terbalik dengan hanya 17% responden di tingkat kepemimpinan teknis seperti CTO dan VP Engineering. (*AMBS)

 

Tags: AgodaAgoda AI Developer Report 2026AI AgentAsia Pasifikkecerdasan buatanSoftware Developerteknologi
Previous Post

DOKU Lakukan Rebranding Menjadi “DOKU by Antom”, Angkat Himelda Renuat Sebagai CEO Baru

Related Posts

Strategi AI Alibaba Qwen
Technology

Alibaba Rilis Strategi AI Full-Stack, Siapkan Model Qwen Generasi Baru dan Chip Pintar Zhenwu V900

24 September 2026
0
SEED Inclusivity Seedstars
Startup & Entrepreneurship

Dua Startup Indonesia Lolos Program Akselerator Disabilitas SEED Inclusivity dari Seedstars

23 September 2026
0
Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI Mulai Dorong Produktivitas Industri
Industry

Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI Mulai Dorong Produktivitas Industri

22 September 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

Agoda Developer AI Agent Otonom

Agoda: Developer Asia Tenggara dan India Mulai Beralih ke AI Agent Otonom

24 September 2026
DOKU by Antom

DOKU Lakukan Rebranding Menjadi “DOKU by Antom”, Angkat Himelda Renuat Sebagai CEO Baru

24 September 2026
HSB Top 3 Best OTC Broker ICDX

HSB Tembus Top 3 Best OTC Broker ICDX, Perkuat Dominasi di Industri Forex

24 September 2026
INDICO Duolingo Telkomsel

INDICO Gandeng Duolingo, Perluas Akses Belajar Bahasa di Ekosistem Telkomsel

24 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Agoda Developer AI Agent Otonom

Agoda: Developer Asia Tenggara dan India Mulai Beralih ke AI Agent Otonom

24 September 2026
DOKU by Antom

DOKU Lakukan Rebranding Menjadi “DOKU by Antom”, Angkat Himelda Renuat Sebagai CEO Baru

24 September 2026
HSB Top 3 Best OTC Broker ICDX

HSB Tembus Top 3 Best OTC Broker ICDX, Perkuat Dominasi di Industri Forex

24 September 2026
INDICO Duolingo Telkomsel

INDICO Gandeng Duolingo, Perluas Akses Belajar Bahasa di Ekosistem Telkomsel

24 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version