youngster.id - Ant International resmi memperkenalkan Agentic Mobile Protocol (AMP), sebuah inovasi protokol pembayaran berbasis AI (agentic commerce) yang dirancang untuk mengoneksikan agen AI secara aman ke berbagai layanan seluler, termasuk dompet digital, aplikasi perbankan, hingga perangkat wearable.
Inovasi ini hadir di saat pasar agentic commerce global diprediksi akan mencapai US$28 miliar pada tahun 2030. Dengan jumlah pengguna dompet digital yang diperkirakan menembus 6 miliar orang dalam lima tahun ke depan, AMP menjadi jembatan krusial bagi ekosistem AI yang membutuhkan transaksi otonom yang cepat, aman, dan efisien.
Chief Innovation Officer Ant International, Jiang-Ming Yang, menjelaskan bahwa protokol ini dirancang untuk membantu bisnis besar maupun kecil melakukan ekspansi di pasar yang tumbuh paling cepat.
“Protokol agen untuk perdagangan seluler yang menjamin efisiensi dan keamanan unggul akan menjadi kunci bagi bisnis. Kami berharap dapat memperluas kemitraan ini untuk mewujudkan kesuksesan nyata dalam AI commerce,” ujar Jiang-Ming, dikutip Rabu (29/4/2026).
Berbeda dengan protokol pembayaran lama yang berbasis kartu, AMP bersifat open-source dan memiliki empat pilar keunggulan utama. Pertama, Pengalaman Checkout Unggul: Mengurangi langkah integrasi agen ke dompet digital hingga 50% dan dilengkapi jaminan uang kembali jika terjadi pengambilalihan akun. Kedua, Arsitektur Kepercayaan (Delegasi Tugas): Memungkinkan agen AI memesan kopi, memesan kendaraan, hingga merencanakan perjalanan dengan delegasi otoritas yang dapat dipantau atau dicabut kapan saja.
Ketiga, Mekanisme Settlement Agent-to-Agent (A2A): Mampu menangani transaksi mikro (nano-transaksi) hingga sekecil US$0,000001 secara real-time, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh jalur pembayaran tradisional. Keempat, Framework Know Your Agent (KYA): Membangun identitas digital agen dan sertifikasi kemampuan melalui mekanisme Agent Trust Rating untuk manajemen risiko dinamis.
Ant International saat ini bekerja sama dengan mitra dompet digital di jaringan Alipay+, yang menghubungkan lebih dari 40 mitra dompet digital, 1,8 miliar akun pengguna, dan 150 juta merchant secara global. Selain itu, Ant International menjadi salah satu mitra pertama Mastercard dan Visa dalam uji coba transaksi berbasis kartu untuk agen AI, serta berkolaborasi dengan Google untuk protokol pembayaran agentic.
Di Indonesia, Ant International memiliki kehadiran yang kuat melalui kantor di Capital Place, Jakarta Selatan. Perusahaan berfokus pada pengembangan pembayaran digital lintas batas dan keuangan digital melalui kolaborasi strategis dengan mitra lokal seperti DANA, Artajasa, Doku, dan OCBC Indonesia. Kehadiran protokol AMP diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi pembayaran berbasis AI di ekosistem digital Indonesia yang sangat dinamis. (*AMBS)
