youngster.id - Cara orang bekerja kini semakin fleksibel. Rapat dan diskusi tidak selalu harus berlangsung di ruang kantor, sementara kolaborasi tim juga bisa dilakukan dari berbagai lokasi dengan memanfaatkan perangkat digital. Perubahan ini membuat kebutuhan terhadap teknologi kolaborasi yang praktis dan minim kabel semakin besar.
Perangkat yang memungkinkan pengguna berbagi materi, terhubung dengan layar, hingga melakukan presentasi secara wireless menjadi salah satu solusi untuk mendukung pola kerja tersebut.
Melihat kebutuhan itu, ASTROS, merek teknologi kolaborasi wireless dari perusahaan Taiwan Astrogate Inc bermitra dengan PT Surya Candra menghadirkan perangkat wireless yang dirancang untuk mempermudah proses presentasi dan berbagi konten di berbagai situasi.
“Dunia kerja sekarang sudah tidak lagi terpaku pada satu ruang. Orang bisa bekerja dari mana saja dan tetap harus bisa berkolaborasi dengan mudah. Karena itu, teknologi wireless menjadi semakin penting,” ujar Budi Suryo, CEO PT Surya Candra, dalam peluncuran Astros AS-301, Senin (14/9/2026), di Jakarta.
Menurut Budi, konsep yang dibawa ASTROS bukan sekadar mengurangi penggunaan kabel, tetapi menciptakan pengalaman rapat yang lebih produktif dan sederhana.
“Dengan teknologi nirkabel, pengguna dapat menghubungkan berbagai perangkat di ruang meeting tanpa harus berulang kali memasang kabel atau mencari dongle tambahan untuk laptop,” ujarnya lagi.
Pengembangan teknologi ini juga didukung pengalaman Astrogate Inc. selama lebih dari 20 tahun di bidang teknologi nirkabel. Perusahaan asal Taiwan tersebut mulai mengembangkan merek ASTROS pada 2019 dan kini produknya telah digunakan di lebih dari 30 negara.
CEO Astrogate Inc Allie Liu mengatakan, Astros AS-301 dirancang untuk mendukung presentasi dan konferensi secara nirkabel, termasuk penggunaan beberapa kamera dan kemampuan menampilkan hingga empat sumber konten secara bersamaan.
“Perkembangan teknologi kolaborasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan bagaimana konten ditampilkan, tetapi juga bagaimana pengguna dapat terhubung dengan berbagai perangkat secara lebih natural,” ungkapnya.
Kehadiran AS-301 menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap teknologi kolaborasi ikut berubah seiring dengan semakin fleksibelnya cara bekerja. Ketika tim tidak lagi selalu berada di ruang yang sama, konektivitas yang mudah, cepat, dan minim kabel menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas.
Selain solusi presentasi dan kolaborasi, ASTROS menampilkan teknologi augmented reality (AR) serta pemanfaatan drone sebagai contoh bagaimana teknologi wireless dapat membuka berbagai kemungkinan baru.
Pada demo kacamata pintar AR, tampilan dari sudut pandang pengguna dapat ditransmisikan dan ditampilkan pada layar besar. Teknologi ini membuka peluang penggunaan untuk pelatihan, instruksi, hingga kebutuhan kolaborasi yang membutuhkan visualisasi secara langsung.
Sementara pada demo drone, video yang ditangkap drone dapat ditransmisikan secara real-time ke ruang kelas atau ruang pelatihan. Dengan demikian, peserta dapat melihat situasi dari perspektif drone tanpa harus berada langsung di lokasi.
“Dengan membawa teknologi kolaborasi wireless ke Indonesia, kami melihat peluang untuk mendukung kebutuhan pengguna yang semakin membutuhkan fleksibilitas, baik di lingkungan kerja, pendidikan, maupun berbagai aktivitas kolaboratif lainnya,” pungkas Allie.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post