youngster.id - BNI finance (PT BNI Multifinance) melakukan langkah strategis dengan memigrasikan seluruh core system perusahaan ke layanan cloud Microsoft Azure. Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilitas sistem, keamanan data, serta kepatuhan terhadap regulasi sektor keuangan nasional di tengah meningkatnya volume transaksi harian.
“Migrasi ini bukan sekadar pindah ‘rumah’ infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi digital yang aman dan siap menyambut inovasi berbasis data dan AI,” tegas Yudi Satriadi Thamrin, Kepala Divisi IT BNI finance, Jum’at (8/5/2026).
Ia menambahkan bahwa penggunaan cloud region lokal sangat krusial untuk meminimalisir latensi bagi 52 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Sebagai anak perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, BNI finance kini mengelola lebih dari 200 terabyte data dan 100 layanan aplikasi di atas platform cloud lokal, Indonesia Central Cloud Region. Hal ini memastikan residensi data tetap berada di dalam negeri sesuai amanat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Proses migrasi ini merupakan tantangan teknis yang besar, mengingat BNI finance harus memindahkan seluruh infrastruktur digitalnya dalam waktu kurang dari dua bulan. Berkolaborasi dengan PT Intikom Berlian Mustika (INTIKOM) dan PT Adicipta Inovasi Teknologi (AdIns), tim IT BNI finance berhasil mencapai zero data loss (tidak ada data hilang).
Sejak Go-Live pada 1 Januari 2026, BNI finance mencatat peningkatan signifikan pada stabilitas sistem, terutama saat lonjakan transaksi tinggi. Dengan dukungan fitur keamanan seperti Microsoft Entra dan Defender for Cloud, perusahaan mampu mendeteksi potensi ancaman 20% lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Selain itu, penggunaan Azure Kubernetes Service (AKS) memungkinkan modernisasi aplikasi kritikal guna mendorong skalabilitas yang maksimum. Hal ini memberikan visibilitas penuh terhadap tata kelola data finansial sekaligus menjaga Service Level Agreement (SLA) di atas 99,5%.
Fiki Setiyono, Azure Go to Market Lead, Microsoft ASEAN, menyatakan bahwa kolaborasi ini menegaskan peran Microsoft sebagai katalisator transformasi digital.
“Keberhasilan BNI finance menunjukkan bagaimana solusi cloud mendukung transformasi bisnis sekaligus membuka peluang inovasi AI dan machine learning untuk penilaian kredit serta analisis risiko di masa depan,” kata Fiki.
Keberhasilan ini menjadikan BNI finance sebagai salah satu institusi jasa keuangan pertama yang menjalankan workload mission-critical dengan residensi data lokal di Indonesia.
STEVY WIDIA
