youngster.id - Laporan tahunan global Digital 2027 yang dirilis oleh We Are Social dan Meltwater mengungkapkan pencapaian besar dalam adopsi kecerdasan buatan (generative AI) dan media sosial di seluruh dunia. Sebanyak lebih dari sepertiga populasi global kini menggunakan perangkat AI generatif setiap bulannya, sementara identitas pengguna media sosial telah menjangkau hampir 70% dari populasi dunia.
Laporan komprehensif setinggi 900 halaman ini menyoroti pergeseran perilaku daring yang signifikan. Trafik web tradisional pada 10.000 domain teratas di dunia mengalami penurunan lebih dari 10% sejak peluncuran publik ChatGPT, seiring peningkatan waktu yang dihabiskan pengguna pada platform media sosial, aplikasi seluler asli (native apps), serta platform berbasis AI.
Secara global, jumlah pengguna aktif perangkat AI generatif kini telah mencapai 3,24 miliar orang—setara dengan 38,9% dari populasi global. Angka ini melonjak tajam sebesar 57,2% dalam 12 bulan terakhir dengan tambahan 1,2 miliar pengguna baru.
ChatGPT tetap memimpin pasar AI generatif dengan jumlah pengguna bulanan dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pesaing terdekatnya. Kendati demikian, platform seperti Google Gemini dan Anthropic Claude mencatatkan pertumbuhan pesat, di mana pengguna aktif aplikasi seluler Gemini meningkat empat kali lipat dalam setahun terakhir.
Lonjakan Penggunaan Media Sosial dan Pergeseran Perilaku Daring
Identitas pengguna media sosial global kini tercatat mencapai 5.81 miliar, atau setara dengan 69,9% dari total populasi dunia setelah bertambah 151 juta identitas baru dalam setahun terakhir.
Durasi rata-rata yang dihabiskan pengguna internet untuk mengakses media sosial dan platform video meningkat 3,8%, mencapai rata-rata 19 jam 18 menit per minggu. YouTube memimpin pangsa waktu global, sementara TikTok memegang posisi teratas untuk rata-rata waktu penggunaan per pengguna aktif harian selama 1 jam 55 menit per hari.
CEO We Are Social APAC, Suzie Shaw, menyoroti bagaimana lanskap pemasaran bagi merek global kini mengalami perubahan mendasar akibat integrasi AI dan media sosial.
“AI mengubah cara orang menemukan merek, tetapi media sosial tetap menjadi pusat tempat orang menghabiskan waktu dan membentuk preferensi. Percakapan, rekomendasi, dan opini yang dibagikan secara online semakin memengaruhi jawaban yang diberikan oleh AI dan keputusan yang diambil orang,” ujar Suzie, Kamis (22/10/2026).
Ia menambahkan bahwa kekuatan reputasi merek dan komunitas kini menjadi jauh lebih krusial melalui pendekatan optimasi mesin pencari berbasis AI (Generative Engine Optimization / GEO).
Laporan Global Digital 2027 mencatatkan sejumlah poin penting terkait perkembangan ekosistem digital dunia. Dari sisi penetrasi internet global, jumlah pengguna internet kini telah menembus angka 6,15 miliar orang, yang menandakan bahwa 73,9% dari total populasi dunia sudah terhubung ke jaringan internet.
Seiring meluasnya konektivitas tersebut, pertumbuhan belanja iklan digital turut mengalami kenaikan sebesar 8,7% dalam setahun terakhir, di mana pengeluaran untuk iklan di media sosial melonjak 18% dan belanja iklan influencer meningkat 15%.
Sementara itu, terkait adopsi AI di kawasan Asia Pasifik (APAC), APAC Vice President of Enterprise Sales Meltwater, Mimrah Mahmood, mencatat bahwa adopsi AI generatif yang melesat hampir 60% dalam setahun terakhir menuntut para pemasar untuk memadukan analisis media, sosial, dan intelijen AI guna memahami jejak digital merek secara komprehensif. (*AMBS)
