youngster.id - Startup tech enabler yang berfokus pada optimalisasi operasi armada (fleet operation optimizer) dan solusi integrasi rantai pasok (supply chain integrator), TransTRACK, memperkuat langkah ekspansi pasarnya ke kancah internasional. TransTRACK berpartisipasi dalam ajang maritim bergengsi, Asia Pacific Maritime (APM) 2026, yang berlangsung di Singapura pada 25-27 Maret 2026.
Kehadiran TransTRACK di APM 2026 menjadi momentum strategis untuk menampilkan inovasi teknologi monitoring terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Langkah ini sekaligus mempertegas posisi TransTRACK sebagai pelopor transformasi digital maritim dari Indonesia di level global, di tengah meningkatnya tuntutan efisiensi operasional akibat lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM), kebutuhan transparansi data, dan kepatuhan regulasi di sektor maritim.
Partisipasi TransTRACK di salah satu pameran maritim terbesar di Asia Pasifik ini mendapat perhatian positif dari berbagai pemangku kepentingan. Hotmangaradja Pandjaitan, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, turut mengunjungi booth TransTRACK untuk meninjau langsung inovasi teknologi karya anak bangsa yang dipamerkan. Dukungan ini menegaskan kemampuan inovasi Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional.
Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menyatakan bahwa keikutsertaan dalam APM merupakan langkah strategis untuk memperluas positioning perusahaan di pasar global.
“APM menjadi platform yang sangat penting bagi kami untuk menunjukkan kapabilitas teknologi TransTRACK kepada audiens internasional. Dengan tingginya partisipasi pelaku industri dari Indonesia dan regional, kami melihat ini sebagai momentum untuk memperkuat eksistensi sekaligus membangun kepercayaan terhadap solusi yang kami kembangkan,” ujar Anggia, dikutip Selasa (31/3/2026).
Dalam ajang APM 2026, TransTRACK menampilkan pendekatan baru dalam pengelolaan operasional maritim melalui sistem monitoring canggih. Teknologi ini dirancang untuk mengatasi permasalahan utama industri, seperti keterbatasan visibilitas real-time, proses manual yang tidak efisien, hingga potensi ketidaksesuaian data dalam distribusi bahan bakar.
Melalui integrasi berbasis IoT, sensor, dan cloud, TransTRACK menghadirkan satu ekosistem digital terpadu yang mencakup: Sistem Pemantauan Kapal Real-Time yang memberikan visibilitas penuh terhadap posisi dan kondisi kapal secara instan; Sistem Monitoring Distribusi Bahan Bakar, yang menghadirkan transparansi dan akurasi tinggi dalam pengelolaan BBM, meminimalisir potensi kecurangan; Sistem Pengawasan Pelabuhan Terintegrasi, yang menyatukan data dari Automatic Identification System (AIS) dan CCTV untuk pengawasan pelabuhan yang lebih efektif.
Seluruh data operasional ini terkonsolidasi, tervalidasi, dan dapat diakses secara langsung melalui satu dashboard terpadu.
Aris Pujud Kurniawan, Co-founder dan CTO TransTRACK, menjelaskan bahwa integrasi ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam dan proaktif.
“Sebagai contoh, ketika terjadi lonjakan konsumsi bahan bakar, sistem kami dapat langsung mengaitkannya dengan faktor operasional, seperti mesin RPM atau rute pelayaran, sekaligus memberikan alert secara real-time. Hal ini memungkinkan tim operasional untuk mengambil tindakan korektif lebih cepat, mengurangi potensi pemborosan, serta meningkatkan efisiensi secara signifikan,” jelas Aris.
Hadirnya sistem monitoring ini memberikan nilai tambah dalam akurasi dan transparansi, meningkatkan perencanaan dan keberlanjutan operasional, serta sejalan dengan standar industri dan regulasi. Data historis dan analitik tren memungkinkan perusahaan melakukan perencanaan yang lebih terukur, termasuk penjadwalan perawatan mesin, optimalisasi rute, hingga pengelolaan konsumsi energi. Ini tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga mendukung upaya pengurangan emisi dan implementasi green technology dalam operasional maritim.
Ke depannya, TransTRACK optimistis bahwa digitalisasi akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan industri maritim yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam ekosistem maritim global.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post