youngster.id - Perusahaan deep-tech asal Australia, Silicon Quantum Computing (SQC), mengumumkan kolaborasi strategisnya dengan raksasa semikonduktor AMD. Sinergi ini diperkuat untuk memproduksi dan mengirimkan komputer kuantum skala komersial pertama di dunia yang ditargetkan meluncur pada tahun 2033.
SQC, yang merupakan perusahaan spin-off dari sistem universitas Australia, kini telah berkembang pesat dengan dukungan pendanaan sebesar AU$180 juta serta didukung oleh lebih dari 100 profesional, termasuk 85 insinyur spesialis.
Keunggulan teknologi utama SQC terletak pada presisi tingkat atom yang mampu mengendalikan dan menempatkan atom fosfor individual di dalam silikon murni isotopik dengan akurasi ekstrem hingga 0,13 nanometer. Ketepatan ilmu material ini krusial untuk merekayasa qubit tanpa noise (gangguan) akibat ketidaksempurnaan komponen.
“Menghadirkan komputer kuantum skala komersial membutuhkan hardware paling modern di dunia serta hubungan yang kuat dengan penyedia hardware. Kami bangga menggunakan produk AMD, dan kami menjalani perjalanan ini bersama-sama,” ujar Michelle Simmons, Founder dan CEO SQC, Selasa (26/5/2026).
Untuk mendukung performa prosesor kuantumnya, SQC mengintegrasikan platform hardware dan software kustom berbasis teknologi AMD Zynq UltraScale+ RFSoC. Platform ini berperan penting dalam kontrol dan pembacaan qubit secara presisi, sehingga SQC dapat memaksimalkan keunggulan arsitektur berbasis silikon miliknya.
Selain itu, tim engineering SQC memanfaatkan klaster prosesor AMD Ryzen Threadripper untuk menangani tugas komputasi berat seperti simulasi, pemodelan, dan persiapan perangkat lunak. Klaster ini mempercepat siklus iterasi, memungkinkan SQC memproduksi dan menguji ratusan desain chip setiap tahun serta memperbarui firmware baru setiap minggu tanpa hambatan operasional.
“Dengan mengendalikan setiap aspek—hingga pulsa analog untuk kontrol qubit—kami memaksimalkan keandalan dan performa. Platform AMD memungkinkan kami mengirim instruksi ke qubit dengan kecepatan yang dibutuhkan komputasi kuantum,” jelas Ramon Buckland, Head of Software SQC.
Meski target komersialisasi penuh dijadwalkan pada 2033, inovasi SQC telah melahirkan sistem kuantum khusus aplikasi bernama “Watermelon” dan “Quantum Twins.” Sistem ini dihadirkan dalam bentuk turnkey yang dapat diimplementasikan di pusat data (data center) pelanggan maupun diakses via cloud.
Teknologi kuantum heterogen milik SQC kini mulai diadopsi oleh berbagai industri global, di antaranya: telekomunikasi, jasa keuangan, energi & utilitas, kecerdasan buatan (AI), pemerintahan & pertahanan.
Alan Mujumdar, Lead of Hardware Team SQC, menambahkan bahwa fleksibilitas platform AMD sangat tidak tertandingi karena mampu menyeimbangkan kemampuan data analog dan digital secara mulus untuk kebutuhan kuantum masa depan.
STEVY WIDIA
