youngster.id - Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, melakukan modernisasi besar-besaran pada sistem perusahaan inti (core enterprise systems) miliknya. Garuda Indonesia menggandeng raksasa teknologi SAP untuk mengintegrasikan seluruh operasional internalnya melalui solusi berbasis awan, RISE with SAP.
Melalui transformasi digital ini, maskapai pelat merah tersebut menyatukan berbagai proses bisnis yang sebelumnya terfragmentasi (terpisah-pisah), meliputi sektor keuangan, pengadaan (procurement), rantai pasok (supply chain), hingga beberapa proses penting yang berhubungan dengan pelanggan ke dalam platform SAP Cloud ERP Private.
“Kolaborasi dengan SAP ini merupakan bagian utama dari upaya kami untuk memperkuat proses bisnis melalui transformasi digital,” ungkap Deputy Chief Executive Officer Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, dikutip Jum’at (29/5/2026).
Thomas menambahkan bahwa modernisasi ini akan membangun organisasi yang lebih terkoneksi, lincah, dan disiplin dalam mengelola biaya di tengah lingkungan operasional yang dinamis.
Di tengah upaya pemulihan kesiapan armada (fleet readiness) dan peningkatan kapasitas penerbangan untuk melayani jutaan penumpang setiap tahunnya, perombakan teknologi ini menjadi fondasi krusial bagi Garuda Indonesia.
Di bawah proyek baru ini, Garuda Indonesia melakukan simplifikasi fungsi back-office, termasuk alur kerja pelaporan keuangan (record-to-report). Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur analitik tertanam (embedded analytics) dan otomatisasi untuk memberikan visibilitas yang lebih jelas bagi manajemen dalam memantau kinerja operasional secara real-time.
Selain itu, sistem baru ini menghadirkan antarmuka digital berbasis SAP Fiori untuk karyawan. Antarmuka ini dilengkapi dengan akses berbasis peran (role-based access) dan revisi alur kerja guna mempermudah aktivitas harian di seluruh organisasi. Seluruh sistem dijalankan dalam lingkungan private managed cloud untuk mengurangi kompleksitas operasional IT perusahaan.
Bagi industri penerbangan, sistem teknologi internal sangat vital dalam mengendalikan kontrol keuangan, perencanaan pemeliharaan pesawat (maintenance), dan manajemen aset.
Managing Director SAP Indonesia, Sianto Wongjoyo, menjelaskan bahwa adopsi SAP Cloud ERP Private melalui jalur RISE with SAP ini memberikan basis operasional yang lebih terpadu bagi Garuda Indonesia untuk menghadapi kompleksitas industri yang kian tinggi.
“Ini memposisikan maskapai untuk melangkah menuju perusahaan yang lebih otonom (autonomous enterprise), di mana otomatisasi berbasis AI dapat mendukung operasional yang lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan kondisi pasar,” kata Sianto Wongjoyo.
Langkah Garuda Indonesia ini mencerminkan tren global di industri penerbangan, di mana modernisasi digital kini erat kaitannya dengan disiplin operasional internal dan efisiensi biaya, bukan hanya berfokus pada layanan yang menghadap konsumen (customer-facing). (*AMBS)
