youngster.id - Perusahaan penyedia solusi keamanan terintegrasi PT Nawakara Perkasa Nusantara menghadirkan konsep Integrated Security Solution berbasis teknologi canggih guna memitigasi risiko serangan siber pada infrastruktur hulu migas nasional.
Langkah ini diambil seiring masifnya transformasi digital yang mengintegrasikan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) dan Internet of Things (IoT), yang di satu sisi meningkatkan efisiensi namun di sisi lain membuka celah kerentanan baru pada operasional (Operational Technology/OT).
President Director & CEO PT Nawakara Perkasa Nusantara, Dino Hindarto, menjelaskan bahwa setiap menit downtime akibat gangguan keamanan pada sistem kritikal tersebut memiliki konsekuensi kerugian ekonomi yang sangat tinggi.
“Transformasi digital yang mendorong pemanfaatan SCADA dan IoT menghadirkan risiko serangan siber. Guna mengatasinya, kami mengombinasikan personel kompeten dengan teknologi seperti AI Video Analytics, Command Center, serta surveillance system agar pengamanan selalu adaptif,” ujar Dino, Rabu (15/7/2026).
Solusi Teknologi Nawakara Penangkal Ancaman Cyber-Physical
Untuk melindungi jaringan SCADA dan sensor IoT yang tersebar di wilayah operasi yang luas, Nawakara menerapkan ekosistem teknologi pengamanan terintegrasi yang saling terhubung. Langkah pertama dilakukan melalui pemanfaatan IoT Sensor & AI Video Analytics untuk memantau perimeter fasilitas migas secara otomatis, sekaligus memberikan peringatan dini (early warning) jika mendeteksi anomali fisik yang berpotensi mengancam keberadaan sensor digital di lapangan.
Seluruh data dari lapangan tersebut kemudian dialirkan secara terpusat ke Integrated Command Center, sebuah platform tunggal yang menyatukan fungsi CCTV, kontrol akses, dan incident management untuk mempercepat respons penanganan gangguan secara real-time. Terakhir, sistem ini diperkuat oleh layanan Drone Surveillance & Smart Guard yang bertugas mengawasi jalur pipa serta distribusi migas secara mobile yang terhubung langsung dengan sistem monitoring jarak jauh tersebut.
Melalui integrasi teknologi ini, potensi ancaman siber maupun fisik pada sistem SCADA dan IoT dapat diidentifikasi lebih dini. Efeknya, operasional hulu migas terhindar dari disrupsi, produktivitas tetap terjaga, dan mampu menciptakan kepastian iklim investasi bagi para investor.
HENNI S.
