Kamis, 12 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

Google Blokir 1,75 Juta Aplikasi dan 80 Ribu Akun Pengembang

26 Februari 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
Google

Aplikasi Indonesia yang jadi juara di Google Play’s Best of 2025 Awards. (Foto: istimewa/google)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Google memblokir lebih dari 1,75 juta aplikasi yang melanggar kebijakan di toko aplikasi Play Store. Perusahaan juga melarang lebih dari 80 ribu akun pengembang (developer) aplikasi yang terindikasi menyebarkan perangkat lunak berbahaya.

Langkah ini untuk mengatasi gelombang aplikasi berbahaya di ekosistem Android sepanjang 2025. Berdasarkan Google Security Blog yang dilansir TechRepublic, Google menyebut telah menambahkan model AI generatif terbaru ke dalam alur peninjauan aplikasi.

“Teknologi ini membantu peninjau manusia mengidentifikasi pola perilaku berbahaya yang semakin kompleks. Setiap aplikasi yang dikirim ke Google Play kini melewati lebih dari 10 ribu pemeriksaan keamanan sebelum dipublikasikan. Pengawasan tidak berhenti setelah aplikasi tayang, karena sistem pemantauan tetap berjalan untuk mendeteksi potensi ancaman lanjutan,” tulisnya.

Baca juga :   Google Sedia Panduan Bahasa Korea Secara Instan

Google juga memindai lebih dari 350 miliar aplikasi setiap hari, baik yang ada di Play Store maupun di luar toko aplikasi ini. Pasalnya, sistem deteksi real-time perusahaan mengidentifikasi lebih dari 27 juta aplikasi berbahaya baru yang beredar di luar toko resmi. Perlindungan penipuan yang ditingkatkan juga diperluas ke 185 pasar, mencakup lebih dari 2,8 miliar perangkat Android.

Sistem ini disebut telah memblokir 266 juta upaya instalasi berisiko dan melindungi pengguna dari ratusan ribu aplikasi berisiko tinggi. Google juga memblokir lebih dari 255 ribu aplikasi yang berupaya mengakses data pengguna secara berlebihan atau tidak relevan dengan fungsinya.

Isu izin akses data sensitif menjadi perhatian besar, seiring meningkatnya kekhawatiran global soal privasi digital. Manipulasi rating pun menjadi target penertiban. Sepanjang 2025, sistem Google menyaring sekitar 160 juta ulasan dan peringkat spam, serta membatasi dampak review bombing terkoordinasi yang bisa menurunkan reputasi aplikasi hingga setengah bintang.

Baca juga :   WHO Apresiasi Bintang Toedjoe dalam Pengembangan Produk Herbal Berkelas Dunia

Untuk pengguna usia muda, perusahaan juga menambahkan pembatasan tambahan guna mengurangi paparan terhadap aplikasi bertema perjudian atau kencan.

Untuk pengembang (developer), Google memperketat verifikasi identitas, memperluas proses pra-peninjauan, dan menambah persyaratan pengujian. Kebijakan ini ditujukan untuk mencegah pelaku pelanggaran berulang kembali muncul dengan akun baru.

Google juga memperluas persyaratan verifikasi pengembang ke ekosistem Android yang lebih luas, tidak hanya terbatas di Play Store. Skala aplikasi yang diblokir dan akun yang dilarang memperlihatkan tekanan besar yang dihadapi ekosistem aplikasi terbuka seperti Android.

Strategi Google kini berfokus pada pencegahan untuk menyaring aplikasi berbahaya sebelum dipublikasikan dan memperketat akuntabilitas pengembang, serta memperkuat perlindungan di perangkat pengguna.

Baca juga :   Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik Wajah untuk Nomor Seluler Baru

 

STEVY WIDIA

Tags: aplikasi berbahayaekosistem AndroidGoogleplay store
Previous Post

Untuk Profesional Muda iQOO Hadirkan Smartphone Dengan Snapdragon 8 Gen 5

Next Post

Traveloka Perluas Kerja Sama dengan HBX Group, Integrasikan 40.000 Hotel di Asia Pasifik

Related Posts

Grup GoTo
Features

Perjalanan GoTo dari Startup Call Center hingga Raksasa Ekosistem Digital Indonesia

28 Februari 2026
0
startup AI
Technology

Untuk Perkuat Daya Saing Startup AI Nasional Komdigi Gandeng Google

27 Februari 2026
0
Google Ventures (GV)
Startup & Entrepreneurship

Investasi Startup dan Akuisisi Jumbo, Google Dominasi Ekosistem Venture Global

5 Februari 2026
0
Load More
Next Post
Traveloka x HBX

Traveloka Perluas Kerja Sama dengan HBX Group, Integrasikan 40.000 Hotel di Asia Pasifik

UNICEF x DBS Foundation

UNICEF Indonesia dan DBS Foundation Jalin Kemitraan Tingkatkan Gizi dan Pendidikan Anak di NTT

Maybank Indonesia

Laba Maybank Indonesia Melonjak 48,5% di 2025, Tembus Rp1,66 Triliun

Discussion about this post

Recent Updates

WhatsApp Hadirkan Fitur Akun Untuk Anak Dengan Kontrol Orang Tua

WhatsApp Hadirkan Fitur Akun Untuk Anak Dengan Kontrol Orang Tua

12 Maret 2026
Dukung Jakarta Jadi Top 50 Global Cities, Bappeda DKI Jakarta Kolaborasi Dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific

Dukung Jakarta Jadi Top 50 Global Cities, Bappeda DKI Jakarta Kolaborasi Dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific

12 Maret 2026
Biznet Gio Cloud

Era AI, Biznet Gio Perkuat Infrastruktur Cloud dengan Prosesor AMD EPYC

12 Maret 2026
Jobstreet by SEEK - Basic Talent Search

Jobstreet by SEEK Buka Akses Rekrutment Ke 50 Juta Profil

12 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
WhatsApp Hadirkan Fitur Akun Untuk Anak Dengan Kontrol Orang Tua

WhatsApp Hadirkan Fitur Akun Untuk Anak Dengan Kontrol Orang Tua

12 Maret 2026
Dukung Jakarta Jadi Top 50 Global Cities, Bappeda DKI Jakarta Kolaborasi Dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific

Dukung Jakarta Jadi Top 50 Global Cities, Bappeda DKI Jakarta Kolaborasi Dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific

12 Maret 2026
Biznet Gio Cloud

Era AI, Biznet Gio Perkuat Infrastruktur Cloud dengan Prosesor AMD EPYC

12 Maret 2026
Jobstreet by SEEK - Basic Talent Search

Jobstreet by SEEK Buka Akses Rekrutment Ke 50 Juta Profil

12 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version