youngster.id - Penyedia solusi identitas keamanan, HID merilis Security and Identity Report 2026. Laporan ini menyoroti pergeseran masif perusahaan global yang kini menempatkan manajemen identitas terpadu sebagai prioritas strategis utama untuk menjaga keamanan data dan aset di ekosistem digital.
Berdasarkan riset terhadap 1.500 praktisi keamanan dan TI, laporan ini menyusun tujuh tren penentu masa depan industri. Temuan paling mencolok adalah 73% responden menyepakati bahwa manajemen identitas merupakan prioritas tertinggi perusahaan. Tren ini mendorong konsolidasi tata kelola yang menyatukan akses fisik dan sistem digital ke dalam satu platform tunggal.
“Para eksekutif keamanan saat ini dituntut meningkatkan infrastruktur akses identitas, sekaligus menjaga tata kelola, perlindungan, dan transparansi,” jelas Ramesh Songukrishnasamy, Senior VP & CTO HID. “Perusahaan yang sukses di 2026 adalah mereka yang memberikan solusi akses fleksibel tanpa mengorbankan keamanan.”
Laporan ini juga mengungkap dinamika adopsi teknologi lainnya:
- Mobile Credentials: Penggunaan smartphone untuk akses gedung meningkat pesat karena dinilai lebih aman (50%) dan praktis. Namun, 84% pengguna masih menyimpan kartu fisik sebagai cadangan.
- Biometrik: Sidik jari dan pemindai wajah semakin populer, tetapi kekhawatiran terkait etika dan privasi melonjak tajam dari 31% menjadi 67% dalam setahun.
- Integrasi Platform: Era solusi tunggal mulai berakhir. Perusahaan kini memprioritaskan investasi pada integrasi platform untuk efisiensi, meski 52% responden masih terkendala kompleksitas sistem.
Laporan HID 2026 ini menegaskan bahwa di tengah kemajuan teknologi seperti RTLS dan RFID, perlindungan privasi pengguna kini berada di tingkat kritis, menuntut perusahaan menerapkan pendekatan keamanan yang lebih matang dan transparan. (*AMBS)



















Discussion about this post